“ANTARA MENULIS DAN SAYA”

“ANTARA MENULIS DAN SAYA”

Boleh dibilang, saya sudah gandrung dengan menulis dari kecil. Pokoknya, pelajaran Bahasa Indonesia dan Inggris menjadi favorit saya waktu sekolah. (Makanya, sekarang saya juga menjadi pengajar Bahasa Inggris dan penerjemah selain menulis.) Paling suka dapat kado berupa buku tulis atau buku harian. Apalagi kalau cover-nya lucu, warna-warni dan bergambar animasi.

Di kelas dulu, kalau bisa menyelesaikan tugas dengan cepat, saya malah mengumpulkannya belakangan. Alasannya? Tentu saja biar bisa ‘colongan’ menulis di kelas selama sisa jam pelajaran berlangsung. Apa saja yang waktu itu saya tulis? Ya, terserah saya. Kadang puisi, kadang cerpen. Kadang curhatan tidak jelas. Bodo amat. Pokoknya, menulis bisa bikin saya lebih rileks dan tidak stres.

Entah kenapa, saya lebih suka menulis daripada berbicara. (Kemungkinan besar bakal banyak yang menganggap pernyataan ini tidak akurat, hehehe!) Terutama saat berdebat dan lawan bicara bersikap menyebalkan: enggan mendengar, selalu memotong ucapan saya, hingga merasa diri sendiri yang paling benar. Kalau sudah begitu, jangan heran bila saya jadi malas meneruskan pembicaraan. Biarlah mereka bebas mengira-ngira dan merasa sudah tahu segalanya tentang saya. Memang, emosi selalu berpotensi mengganggu semua panca indera dan menggelapkan perasaan.

Maka itulah, saya memutuskan untuk menulis saja. Sekalian mengeluarkan ‘suara-suara dari dalam kepala’, meski bukan berarti saya gila.

R.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *