“BULLY” (PENINDAS)

“Bully” (Penindas)

Memang benar lidah tak bertulang

Luwesnya bukan kepalang

Bercakap tanpa henti

meski telinga lelah setengah mati

 

Tinju mudah melayang

terutama mereka yang merasa jagoan

Yang penting lawan terjengkang

kalau bisa tunggang-langgang ketakutan

 

Tiada hangat di sorot mata

Bibir mencibir penuh hina

Ada dingin dalam tawa

Ah, mereka kira mereka segalanya

 

Mereka kira akan dapat kehormatan

dengan nyali kerdil dan mental bajingan

Tinggal tunggu tanggal mainnya

saat ada yang ingin melenyapkan mereka

selamanya dari dunia…

 

R.

(Jakarta, 7 Oktober 2016 – 7:30 am)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *