“5 ALASAN KADANG ANDA PERLU MARAH”

“5 ALASAN KADANG ANDA PERLU MARAH”

“Jangan suka marah-marah. Ntar cepet tua.”

“Ih, baru gitu aja udah baper. Ntar pada males temenan, lho.”

“Nggak ada gunanya juga marah-marah.”

 

Sering banget denger komentar-komentar sejenis? Pernah juga keluar dari mulut sendiri?

Sekilas, kesannya bijak sekali, ya. Marah-marah memang sebenarnya nggak bagus buat kesehatan. Masih banyak cara lain untuk menyelesaikan masalah. Bahkan, yang cukup (atau mungkin lebih) religius mungkin akan rajin mengingatkan dengan dua kata “sakti bin pamungkas” ini:

“Sabar…”

“Ikhlas…”

Belum lagi ada tambahan: “Memang nggak gampang.” (Iye, semua juga tahu.) Namun, tahu nggak, kalau nggak marah pada saat Anda seharusnya marah sesungguhnya merugikan? Memangnya Anda bukan manusia?

Kadang saya suka geli mendengar ketiga nasihat polos dan klise di atas. Marah nggak marah, toh semua orang juga bakalan tua.

Lalu, ancaman ‘nggak bakalan punya teman’ juga seperti menakut-nakuti anak kecil saja. Memang, orang pemarah bukan sosok yang selalu menyenangkan.

Cuma, lebih eneg mana sama orang yang pura-pura baik-baik saja, padahal sesungguhnya terluka dan nggak bisa terima? Selain itu, banyak juga kok, orang yang kelakuannya nyebelin tapi masih punya banyak temen. Perkara temen sungguhan atau ‘musuh dalam selimut’, saya juga nggak tahu, ya. Bukan cenayang, sih.

Marah-marah nggak guna? Belum tentu. Buktinya, ini ada lima (5) alasan kadang Anda memang perlu marah:

 

  1. Ada hak Anda yang dilanggar.

Apa jadinya kalau setiap kali ada yang semena-mena, Anda malah diam saja dan menganggapnya biasa? Masih bisa senyum pula. Bisa jadi malah banyak yang nggak respek. Padahal, Anda berhak lho, membela diri bila hak Anda dilanggar. Apalagi bila sudah ngomong baik-baik, mereka malah tambah kurang ajar.

  1. Anda masih manusia biasa.

Memang, sabar itu baik. Sabar tak berbatas katanya mendatangkan banyak pahala.

Tapi, siapa mereka yang dengan egoisnya menuntut Anda untuk selalu sabar, meski harga diri sudah diinjak-injak sedemikian rupa? Apalagi bila yang menyuruh justru orang yang hobi merundung Anda setengah mati. Nggak ngaca, apa? Kadang maaf hanya berguna bagi mereka yang benar-benar sudi belajar dari kesalahan mereka.

  1. Ada yang memang harus berubah.

Banyak perubahan yang memang nggak mungkin terjadi dalam sekejap. Tapi, kalau kita terus terima-terima saja perlakuan buruk dari orang lain – bahkan sampai berkali-kali – kesehatan mental kita yang malah jadi tumbal.

Nggak mau ‘kan, mendadak Anda meledak dan membalas mereka dengan cara lebih parah, karena sudah kelamaan diam saat diperlakukan semena-mena?

  1. Bukan hanya untuk Anda.

Kata siapa marah selalu berarti baper atau kelewat sensi, atau ekspresi untuk membela diri? Marah juga berupa teguran keras buat mereka agar nggak lagi kurang ajar sama Anda. Bisa jadi, selama ini mereka belum tahu kalau yang mereka lakukan itu salah. Kalau nggak ditegur (apalagi dengan cara keras seperti marah), kapan sih, mereka sadarnya?

  1. Anda masih peduli dengan mereka.

Ini berlaku bila kebetulan yang bikin murka justru orang-orang terdekat Anda sendiri. Toh, niat Anda baik. Anda hanya ingin mereka berubah ke arah yang lebih baik.

Contoh: anggota keluarga masih saja ada yang suka melontarkan lelucon cabul dan seksis. Selain nggak sopan, kurang ajar, dan menjijikan, sebenarnya mereka merendahkan si objek lelucon. Wajar dong, bila lama-lama Anda marah dan menegur?

Memangnya Anda tega, melihat mereka terus memelihara kebiasaan brengsek tersebut?

 

Tapi, bagaimana bila mereka masih ngeyel juga, bahkan meski Anda sudah marah sampai ke ubun-ubun?

Ya, sudah. Berarti serahkan saja sisanya pada Tuhan. (Lebih seram bukan, bila ganjarannya dari Beliau?) Toh, yang penting Anda sudah berusaha mengingatkan.

Intinya, kadang Anda memang perlu – dan berhak – untuk marah. Ya, asal porsinya tepat aja.

 

R.

 

5 Replies to ““5 ALASAN KADANG ANDA PERLU MARAH””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *