“7 KESALAHAN KONYOL KHAS KARAKTER FILM HOROR/THRILLER”

“7 KESALAHAN KONYOL KHAS KARAKTER FILM HOROR/THRILLER

Suka nonton film-film horor? Pasti gemes dong, melihat para korban yang mati konyol? Padahal, sebenarnya mereka bisa lho, menghindari bencana dengan nggak melakukan hal-hal konyol.

Tapi, namanya juga film horor. Kalau nggak dilakukan, nggak bakalan jadi cerita.

Jadi, apa saja 7 kesalahan konyol yang kerap dilakukan para korban di film-film horor? Ini dia daftarnya:

1. Sok-sok penasaran ekspedisi ke tempat-tempat misterius.

Gambar: okezone.com

Ini sering jadi awal cerita film horor. Entah itu tempat gelap dan sepi, rumah tua nggak berpenghuni, sampai tempat yang ada ‘sejarah kelam’-nya. Meski rada deg-degan (apalagi ditambah ‘suara-suara misterius’, seperti: desahan, lolongan, atau deritan), tetap saja para tokoh ini nekat menyelidiki tempat misterius.

Di dunia nyata? Mending jauh-jauh deh, daripada celaka.

2. Sudah ke tempat yang misterius, ngajakin teman yang lemah dan penakut lagi.

Gambar: youtube.com

“Yakin kita masuk ke sini?” Pertanyaan ini lazim keluar dari mulut si teman yang penakut dan lemah, namun anehnya tetap ngikut aja. Masalahnya, begitu bahaya menghadang, ada dua kemungkinan: mereka kabur menyelamatkan diri sendiri atau malah nyusahin, karena nggak bisa gerak atau lambat sekali larinya akibat shock. Paling apes kalo mereka pun nggak punya kemampuan bertahan atau membela diri. Kelar deh, hidupnya.

Di dunia nyata, dengarkanlah sahabat penakut ini. Bisa jadi insting mereka kuat dan dapat menyelamatkan nyawa kalian.

3. Nggak nyiapin strategi kabur atau bertahan hidup bila bahaya datang.

Gambar: businessinsider.com

Nggak kenal medan dan situasi sama saja cari mati. Saat bahaya datang, biasanya korban mendadak panik dan lupa jalan keluar untuk kabur. Paling parah bila mereka nggak nemu atau bawa senjata yang bisa dipakai untuk melawan dan melindungi diri. Nah, lho.

Di dunia nyata, tips ini juga berlaku: saat mengunjungi tempat baru (apalagi seorang diri), jangan pernah lupakan pintu keluar atau jalur alternatif. Ada peta atau GPS pada ponsel lebih baik lagi. (Tentu saja, selama ponsel itu dapat menangkap sinyal. Kalau nggak ya, sama aja.)

Semua benda bisa jadi senjata bila kepepet. Tapi, kalau nggak yakin bisa melindungi diri sendiri (apalagi orang lain), lebih baik nggak usah aneh-aneh, deh.

4. Nggak baca doa dan malah melanggar ‘pantangan’ setempat.

Gambar: wajibbaca.com

Ini banyak muncul di film-film Indonesia. Sebelum masuk ke tempat asing dan misterius, korban suka lupa baca doa dulu. Selain itu, ‘pantangan’ yang sudah diwanti-wanti warga setempat malah dilanggar, terutama dengan alasan “nggak percaya sama takhyul”.

Begitu kena masalah, barulah ribut. Syukur-syukur kalau ada pemuka agama setempat yang bisa menghilangkan ‘kutukan’ yang terlanjur menempel pada korban. Kalau nggak, hiii…

Intinya adalah menghormati budaya setempat dan meminta perlindungan pada Tuhan. Kalau nggak ngerti apa-apa, sebaiknya Sahabat jangan nekat dan sok tahu.

5. Saat dikejar monster atau pembunuh, kaburnya malah ke tempat sepi, gelap, dan terpojok. (Contoh: lantai atas atau gudang bawah tanah.)

Gambar: thumbpress.com

Namanya juga panik, tapi tetap konyol. Saat dikejar monster atau pembunuh, kaburnya malah ke lantai atas atau gudang bawah tanah. Pokoknya ke pojokan, deh. Selain nggak bisa cari pertolongan dengan mudah, lantai atas dan gudang bawah tanah bukan pilihan kabur yang ideal. Masa mau terjun bebas dari balkon atau nekat menggali dinding sendiri di gudang bawah tanah? Mana sempat.

Di dunia nyata, kabur ke tempat terang dan banyak orang adalah solusi terbaik. Lain cerita kalau satu kota sudah kejangkitan virus dan jadi zombie semua…

6. Emosian, salah tuduh, hingga bersikap egois.

Gambar: pinterest.com

Saat situasi genting, emosi memang mudah tersulut. Makanya, tokoh survivor dalam film horor atau thriller biasanya yang berkepala dingin, termasuk bisa memimpin yang lain dalam usaha menyelamatkan diri.

Potensi salah tuduh dan bersikap egois bisa terjadi bila monsternya bisa ‘berkamuflase’ jadi sesama manusia atau pembunuh aslinya belum ketahuan. Yang egois akan tega ‘mengorbankan’ teman-teman seperjuangan demi menyelamatkan diri sendiri. Yang salah tuduh bisa memicu perselisihan, perkelahian, hingga…saling membunuh.

Semuanya sama-sama merugikan. Yang egois bisa kena karma, yang saling tuduh bisa saling bunuh. Bila jumlah orang berkurang, berarti kamu juga kehilangan bantuan untuk keluar dari masalah. Mending saling kerja sama, meskipun berhati-hati juga wajib.

7. Nggak buru-buru kabur saat berhasil mengalahkan/membunuh monster/penjahatnya.

Gambar: brindlemedia.net

Ini termasuk mati konyol paling fatal di film horor. Bukannya buru-buru kabur, malah masih nongkrong di dekat-dekat tubuh monster/penjahatnya. Gimana kalau mereka tiba-tiba bangun dan balas menyerang, alias belum benar-benar mati? Apalagi bila si tokoh malah membelakangi tubuh monster/penjahatnya.

Ada pesan moral dalam adegan semacam ini: telitilah dan jangan setengah-setengah dalam bekerja.Bila nggak yakin monster/penjahatnya sudah mati, ikatlah tangan dan kaki mereka sebelum siuman. Lalu, kaburlah sejauh-jauhnya kembali ke peradaban manusia. Carilah bantuan.

Nah, itulah 7 kesalahan konyol yang kerap dilakukan para korban dalam film-film horor. Ada yang lain lagi, mungkin?

R.

 

One Reply to ““7 KESALAHAN KONYOL KHAS KARAKTER FILM HOROR/THRILLER””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *