Sekarang lagi banyak kampanye online dengan tagar semacam #jangansisakanmakanan hingga #piringbersih. Ada juga artikel yang viral mengenai sumbangan makanan sisa dari acara kawinan (serius!). Yang paling saya ingat adalah postingan di media sosial soal orang Indonesia yang kena semprot warga Jerman pas ketahuan nggak ngabisin pesanan mereka di restoran sana.

Komentar saya?

“DARI DULU, KEK! MASA NUNGGU MALU DI MATA INTERNASIONAL DULU?!”

*krik krik*

*tarik napas sebentar*

Oke, andai dulu saya cukup tegas dan berani untuk mulai kampanye begini duluan, siap-siap aja dicaci sesama sebagai sok alim dan diketawain, terus dibecandain: “Emang elo mo ngabisin semua makanan sisa? Nggak kurang gendut apa?”

Ada juga yang nyinyirnya defensif banget dan 11-12 sama mereka yang dengan enaknya nyampah atau bikin meja kafe atau resto berantakan, lalu main tinggal begitu aja:

“Kita ‘kan, udah bayar mereka.” (Baca: ‘mereka’ yang dimaksud di sini adalah pelayan restoran dan tim oranye alias petugas kebersihan di jalanan – meski yang ini lewat uang pajak rakyat, semoga. Kalo soal makanan gratis di kawinan, paling alasannya lebih konyol lagi: “Mumpung bisa makan banyak gratis.”)

Mungkin banyak yang sebal – dan bahkan muak – dengan perilaku ‘sok kaya’ dan “mentang-mentang ada uang” orang-orang model begini. Nah, meskipun mungkin juga udah banyak yang pada tahu, saya ingetin lagi deh, lewat lima (5) tips ini agar tidak membuang-buang makanan:

1.Dari rumah: Masak dan Belanja Seperlunya

Gambar: https://unsplash.com/photos/Mx5kwvzeGC0

Ayo, kita bisa belajar untuk tidak membuang-buang makanan mulai dari rumah. Silakan hitung jumlah orang yang tinggal bersama Anda plus kebiasaan makan mereka, termasuk porsi dan jenis menu favorit. Ini bisa mencegah adanya makanan sisa karena kekenyangan atau rasa tidak suka.

Bila ada sisa makanan di kulkas dan Anda ingin memanaskannya, sesuaikan dengan porsi makan Anda. Jangan langsung panaskan semuanya, lalu begitu kekenyangan, sisa makanan yang sudah dipanaskan ulang Anda kembalikan ke kulkas. Yang pasti, kualitas makanan tersebut sudah masuk kategori ‘diragukan’.

2. Jangan kalap saat melihat banyak makanan enak di kondangan.

Gambar: https://image.freepik.com/free-photo/celebration-party-gourmet-table-buffet_1203-4935.jpg

Nah, ini dia salah satu kebiasaan yang wajib dikurangin. Meskipun datang dalam kondisi lapar atau banyak yang disuka, jangan lantas jadi norak, ah. Apalagi bila yang menikah juga keluarga sendiri atau sahabat dekat.

Daripada malu-maluin, mending ambil dulu dikit-dikit. Kalo masih laper atau mau coba menu lain, ya ngantri lagi. Inget, bukan Anda saja yang diundang ke kawinan itu. Kasihan tamu-tamu lain yang mungkin datang telat karena halangan di jalan, lalu nggak kebagian makanan gara-gara Anda justru tega membuang-buang jatah mereka.

3. Jangan ngelunjak juga saat ditraktir makan.

Meski pacar/teman/saudara/anggota keluarga lain/bos dengan suka rela mentraktir (di tempat mahal pula!) Anda, tahu dirilah sedikit. Jangan terlalu artikan secara harafiah saat mereka bilang Anda boleh pesan apa pun yang Anda suka. Ingat ya, “apa pun” itu beda dengan “sebanyak apa pun”.

Malu-maluin banget kalo semua menu pesanan udah di atas meja, namun Anda hanya sanggup menghabiskan sebagian. Wuih, padahal tadi pas mesen semangat banget. Lima deret menu ampe disebut. Ketahuan banget aji mumpungnya kalo gitu.

4. Bila porsi makanan emang kegedean, berbagilah sama teman atau minta dibungkus, terus dibawa pulang.

Gambar: https://unsplash.com/photos/inDRPMBfX8M

Niatnya emang hanya pesan seporsi. Apa daya, seporsi pun gedenya amit-amit (apalagi kalo makan di resto internasional atau malah di luar negeri). Daripada kelihatan konyol, mending lihat-lihat dan tanya-tanya dulu ukurannya di menu. Jangan sampai Anda jadi merasa kepaksa sendiri ngabisin semuanya sekaligus sekali duduk.

Kalo lagi pergi sama teman atau rombongan masih enak. Masih ada yang bisa diajak berbagi makanan. Kalo enggak, kita tinggal minta pelayan agar membungkus sisa makanan yang kemudian bisa kita langsung bawa pulang. Gampang, ‘kan?

5. Sering-seringlah memberi makanan kepada mereka yang kelaparan namun tidak punya akses semudah Anda ke sumber makanan.

Gambar: http://www.utusan.com.my/polopoly_fs/1.338532.1465009968!/image/image.jpg_gen/derivatives/landscape_1000/image.jpg

“Orang masih banyak yang kelaparan, kamu malah buang-buang makanan.”

Nasihat ini mungkin terdengar klise. Tapi coba bayangin deh, kalo situasinya dibalik: Anda yang kelaparan dan nggak punya uang buat beli makanan. Lalu, orang lain dengan enaknya membuang sisa makanan pas di depan mata Anda. Hayo, kira-kira gimana reaksi Anda?

Mending itu makanan sisa dikasih ke Anda yang lagi kelaparan. Iya, nggak?

Nah, gimana kalo Anda nggak yakin makanan sisa yang dibungkus dari resto itu bakal kemakan dan nggak hanya ngendon di kulkas kelamaan? Daripada buntutnya kedaluarsa dan dibuang juga, mending segera kasih ke anak jalanan.

 

Berusaha agar tidak membuang-buang makanan ternyata nggak susah, kok. Cukup ikuti lima (5) tips di atas. Bahkan, kalo mau nambah tips lagi yang lebih oke juga boleh banget!

 

R.

6 thoughts on “5 Tips Agar Tidak Membuang-buang Makanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *