7 Tips Receh Biar Nggak Mudah Nyinyir

Duh, kok saya malah jadi ngebahas ini lagi, ya? Abis gimana? Udah menjelang Pilpres (Pemilihan Presiden) lagi dan mulut-mulut nyinyir (serta jari-jemari jahil di atas papan ketik) kembali beraksi.

Eh, sebenernya enggak juga, deh. Manusia emang punya kecenderungan doyan nyinyir. (Sialnya termasuk saya juga kadang-kadang, hehehe. Serius. Beneran kadang-kadang.) Biar nggak jadi kebiasaan, ini dia tujuh (7) tips receh yang bisa Anda coba. Gampang banget, kok.

  1. Terimalah fakta bahwa setiap orang itu emang…BEDA.

Kalo ada yang hobi banget nyuruh-nyuruh Anda supaya jadi sama atau malah berubah seperti orang lain, rasanya gimana? Pastinya nggak mau, ‘kan? Apalagi bila kebetulan orang itu nggak Anda suka.

Begitu pula sebaliknya. Nah, biar adil dan sama-sama enak (semoga), terima aja fakta bahwa manusia itu nggak ada yang sama. Beneran, lho. Jangan sampai sebatas ucapan aja, tapi nggak ada praktiknya.

  1. Segera sadar diri begitu mulai banyak yang menjauhi.

Nggak hanya jumlah followers yang berkurang di media sosial. (Itu juga kalo Anda peduli, ya.) Di dunia nyata, orang seakan enggan mendekat. Ada apa, ya?

Jangan-jangan karena selama ini Anda punya hobi nyinyir terang-terangan. Apa-apa harus jadi bahan sindiran. Sekali-dua kali mungkin masih nggak masalah. Lama-lama, siapa juga sih yang tahan? Anda sendiri juga belum tentu kalo saban hari urusan sama model begini.

  1. Jangan keseringan berurusan dengan tukang nyinyir.

Emang, mutusin tali silaturahim itu nggak baik, apalagi bila yang termasuk manusia model begini itu masih teman, rekan kerja, atau bahkan…keluarga sendiri. (Ups!)

Sayangnya, keseringan deket sama pemilik mulut nyinyir juga nggak sehat. Selain bikin Anda jadi ikutan mikir negatif melulu, lama-lama bisa jadi stres, deh.

Habis itu, bertambahlah jumlah orang nyinyir di dunia. Kayak yang udah ada belum cukup bikin pusing aja.

Biar aman, mending interaksinya sama tukang nyinyir seperlunya aja. Serius. Biar tetap waras juga.

  1. Hindari sirik nggak penting gara-gara postingan di media sosial.

Nah, ini kebiasaan yang harusnya udah hilang, tapi kok rasanya sulit, ya? Padahal udah pada tahu ‘kan, kalo semua yang tampak ‘indah’ di postingan IG temanmu belum tentu aslinya sesempurna itu? Bisa aja cuma pencitraan.

Terus, kalo ternyata emang terbukti pencitraan kenapa? ‘Kan yang repot harusnya mereka, bukan Anda. Kalo nggak suka, tinggal unfollow biar nggak usah lihat atau baca. Kalo Anda sendiri mau ikutan pencitraan juga terserah. Apa pun itu, toh Anda juga yang harus bertanggung jawab sendiri nantinya.

  1. Bila sulit, minimal kurangin berdebat atau sindir-sindiran dengan orang lain – siapa pun itu – di media sosial maupun dunia nyata.

Nggak capek, apa? Meski yakin Anda yang benar, belum tentu mereka mau terima. Yang ada malah tanding nyinyir-nyinyiran (yang jelas-jelas nggak ada di cabang olah raga mana pun hingga berakhir jadi debatan macam anak kecil ngambekan:

“Iya, deh. Kaum elo nggak pernah salah. Kaum gue salah melulu.”

“Lo kayaknya doyan banget deh, playing victim. Makanya jadi orang jangan baperan mulu.”

Saya yakin Anda masih punya pekerjaan lain yang lebih penting daripada meladeni macam mereka. Ya, kecuali bila ada kegiatan nyinyir yang dibayar, bahkan kalo perlu sampai ngalahin gaji bulanan Anda.

  1. Lebih baik diem-diem aja tapi banyak berprestasi (yang sungguhan lho, ya.)

Ini mungkin juga udah sering banget diulang-ulang. Ampe bosen? Biarin. Nggak usah banyak omong. Biarkan prestasi yang bicara. Mungkin sebagian tukang nyinyir akan diam, mungkin malah makin cari-cari kesalahan. Nggak apa-apa. Anggep aja latihan jadi selebriti nanti.

Siapa tahu? Suatu saat Anda akan jauh lebih berguna bagi dunia, sementara mereka nggak ke mana-mana. Ya, masih di situ-situ aja, jadi yang mensukseskan Tim Nyinyir Nasional.

  1. Nggak (mudah) baperan begitu kelar baca tips receh ini.

Merasa ada yang ‘makjleb’ di hati begitu kelar baca tulisan ini? Maaf, itu bukan tanggung jawab saya sama sekali. Hihihihi…

Kalo nganggep saya pun nyinyir dengan cara ini, silakan balas di komen. Saya termasuk nyante nanggepin kritikan. Siap-siap aja tambah baper. Hihihihi (lagi.)

 

Jadi, udah pada siap ngurangin hobi nyinyir? Ayolah. Jadiin dunia ini tempat lebih ramah, biar sama-sama bahagia. Ya, nggak?

R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *