Buat yang Masih Sulit Sabar (Terutama Saya)

Saya pemarah. Jujur, ini salah satu sifat yang paling menyulitkan saya. Sekadar peringatan, saya termasuk yang tidak mudah lupa bila sudah pernah disakiti. Bahkan, semakin sulit lupa bila yang menyakiti merasa tidak bersalah sama sekali maupun berniat baik dengan meminta maaf.

Tenang, saya bukan tipe yang akan langsung meledak seketika. (Eh, apa justru malah lebih berbahaya, ya?) Kalau menahan diri agar tidak selalu mudah meledak seketika setiap kali ada masalah adalah sabar, maka mungkin saya termasuk lumayan. Banyak yang langsung cablak melabrak dan menyesal kemudian.

Kadang niat membalas dendam itu ada. Dicurangi itu tidak enak. Pengkhianatan itu memuakkan. Hidup rasanya tidak adil bila tukang selingkuh masih saja bisa punya pasangan, sementara yang jujur dan setia sepertinya selalu berakhir sendirian.

Padahal, tukang selingkuh pastinya hobi banget mempermainkan perasaan banyak orang. Bahkan, para korbannya pun dengan tega sering mereka sebut ‘baperan’ dan ‘playing the victim’.

Begitu pula dengan tukang curang. Mengapa hidup mereka sepertinya mulus-mulus saja? Mengapa mereka masih bisa pergi ke mana-mana dan bercerita yang jelek-jelek tentang Anda?

Sekali lagi, kadang yang bisa Anda lakukan hanyalah sabar menunggu. Sabar dan menunggu, sembari tetap berusaha bertahan hidup, tentu.

Sementara itu, lihatlah. Kehancuran akan menghampiri mereka satu-persatu. Semakin lama Anda dibuat menderita, maka semakin banyak yang akan dan harus mereka bayar nantinya.

Ya, lihat saja. Akan tiba saatnya tukang selingkuh kambuhan berakhir sendirian. Terlalu banyak korban berjatuhan. Lama-lama semua muak dengan ulah mereka yang kerap seenaknya, bahkan tanpa rasa sesal.

Begitu pula dengan tukang curang. Semakin rusaklah kredibilitas mereka bila hobi mengelak dari tanggung jawab dengan banyak alasan, bahkan termasuk yang paling tidak masuk akal.

Jadi, sabarlah. Semua akan terbayar pada waktu-Nya…

R.

 

6 thoughts on “Buat yang Masih Sulit Sabar (Terutama Saya)

  1. Aku termasuk yg kalo marah dendaman hahaha.. Bakal dipikirin gmn cara membalasnya yg paling nyakitin :p. Tp seringnya juga nyesel sih -_-. Apalagi kalo suami udh ikut campur, “udh… Ga usah dipikirin lg. Hukuman Tuhan ga bakal luput” . Lgs deh, hati adem :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *