Perang Komentar di Media Sosial Bikin Stres? Ini 4 Strateginya

Ingin anteng-anteng saja ber-media sosial? Balaslah komentar negatif secara cerdas. Kalau nggak penting-penting amat, diamkan saja.

  1. Lihat dulu masalah yang sedang diperdebatkan.

Apakah masalahnya secara langsung relevan dengan hidup Anda sehari-hari? Misalnya: selebriti A digosipkan berkelakukan buruk karena suatu hal. Bila kebetulan kenal dengan si A dan kabar itu nggak benar, sebagai teman silakan membela – dengan bahasa yang masih sopan, ya.

  1. Melihat nama-nama yang berkomentar.

Apakah ada yang dikenal? Bila ada, silakan ajak bicara baik-baik secara japri (jalur pribadi). Mereka boleh saja nggak sepakat sama suatu hal, namun tidak perlu memaksakan pendapatnya pada orang lain. Bila sampai marah, biarkan saja. Yang penting sudah menegur dengan baik-baik.

  1. Berusaha nggak mudah terpancing emosi, meski mendapat ‘serangan’ berupa ucapan kasar.

Namanya juga manusia, pasti beda-beda. Ada yang kalem, ada yang enggak. Bukannya memaklumi sih, tapi kita nggak bisa mengendalikan pikiran dan perasaan orang lain. Kalau misalnya malah balik diserang dengan ucapan kasar, usahakan agar nggak mudah terpancing. Kelihatan sekali bahwa orang itu nggak bisa berdebat secara dewasa, karena lawan bicara selalu diserang secara personal. Entah dibilang masih kecil, sok tahu, atau kurang beribadah.

  1. Memilih untuk diam.

Choose your battles wisely. Ini kata Ibu dan beberapa teman. Bukannya pengecut ya, tapi masih banyak kerjaan lain dalam hidup yang lebih penting daripada meladeni semua orang yang nggak setuju atau nggak suka sama kita. Toh, kita juga nggak bisa mengendalikan pola pikir mereka, begitu pula sebaliknya.

Ingin anteng-anteng saja ber-media sosial? Balaslah komentar negatif secara cerdas. Kalau nggak penting-penting amat, diamkan saja.

R.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *