Cewek Merokok Dianggap Nakal, Giliran Nolak Cowok Perokok Dibilang Picky

Sumber: https://unsplash.com/photos/zXQdgHr2KIw

Gini, saya tumbuh di keluarga besar yang mayoritas laki-lakinya merokok semua. Tahu sendiri deh, kadang kalo udah arisan, beranda depan rumah nggak beda sama isi bar atau night-club. (Lebay? Biarin.)

Yang masih bisa saya apresiasi, seenggaknya Adik, para om, hingga sepupu yang laki-laki nggak merokok deket anak kecil atau ibu hamil. (Kecuali siap diganyang emak-emak pake penggorengan.)

Bahkan, dulu saya sendiri juga sempat ikutan merokok. Adik sama sekali nggak keberatan. Dia bukan tipe cowok patriarki pencinta standar ganda yang bakal protes melihat cewek merokok. (Hmm, nggak tahu juga ya, kalo ama pacarnya sendiri. Dulu nggak pernah kepikiran nanya, sih.)

Beberapa kali semobil, kita bisa buka jendela, dengerin lagu-lagu metal, sambil ikut ngebulin asap dari mulut. Nggak jauh beda ama knalpot.

Temen-temen SMA aja (terutama cowok-cowok yang jadi langganan guru BP gara-gara ketauan merokok di kantin sekolah) pada kaget begitu tahu saya juga perokok. Ini kejadiannya pas bikin buku tahunan.

Pas mereka bilang: “Kok kita nggak pernah tahu? Kok lo nggak pernah ketahuan guru?”, dengan enteng saya jawab aja: “Mangnya elu-elu pade, merokok harus pamer-pamer?” Toh, merokok juga pilihan dan urusan pribadi saya.

Makanya, saya juga heran apa yang mau coba dibuktiin sama bapak-bapak, mas-mas, maupun adek-adek yang hobi banget kebal-kebulin asep di tempat umum. Biar kelihatan jantan? Nganggep laki yang nggak merokok itu nggak jantan, bahkan malah ada yang menyamakannya dengan trans?

Padahal trans juga banyak yang merokok dan santai-santai aja. Nilai kejantanan sebenernya juga relatif, sih. Yang jualan rokok juga nggak pernah mendiskriminasi pelanggan, selama dibayar terus.

Hmm, sesekali coba baca-baca artikel kesehatan, deh. Menurut pakar kesehatan Lily Sulistyowati dan Budi Wiweko, kondisi sperma perokok kualitasnya lebih rendah daripada yang enggak. Akibatnya, tingkat kesuburan laki-laki itu bisa bermasalah.

“Ah, enggak kok. Temen saya yang perokok anaknya bisa empat.”

Mungkin benar, tapi coba perhatiin anak-anaknya, deh. Apakah mereka cenderung punya alergi akut, seperti asma (itu lho, yang sering bikin sesak napas)? Bila tiga dari empat aja udah positif kena asma, kira-kira itu salah siapa? Jangan bilang salah Bunda mengandung lho, apalagi bila bunda-nya nggak ikutan merokok.

Terus apa yang kemudian bikin saya sendiri akhirnya berhenti merokok? Bukan, bukan karena saya perempuan trus takut dicap nakal sama orang. Laringitis keburu mengancam pita suara, jadi mending rokoknya udahan aja. Sayang ‘kan, kalo saya nggak bisa nyanyi lagi? Hihihihi…

Nolak Cowok Perokok Demi Kesehatan Sendiri

Sumber: Isaiah Rustad

Nah, ada satu lagi problem terkait urusan merokok ini. Lucunya, udah cewek dicap nakal gara-gara merokok, giliran si cewek nggak merokok tapi nolak cowok yang perokok, standar ganda berlaku lagi, nih. Si cewek langsung dicap picky alias pemilih atau standarnya dalam memilih pasangan dianggep ketinggian.

“Susah kamu cari laki yang gak merokok di Indonesia. Ntar nemu jodohnya makin lama.”

Tuh, ‘kan? Saya malah ditakut-takutin. Ini nggak beda dengan pakem khas patriarki selama ini, yang nuntut perempuan harus nrimo laki-laki apa adanya – kali ini dengan risiko jadi perokok pasif. (Yang sebenernya justru lebih bahaya.)

Sementara itu, laki boleh suka-suka. Toh, kalo mau mikirnya sadis, bila si istri yang justru wafat karena kanker, suaminya tinggal kawin lagi. Menuntut cewek jangan merokok, tapi sendirinya merokok. Giliran cintanya ditolak cewek gara-gara rokok, si cewek langsung dituduh terlalu milih.

Sama seperti para perokok yang menggunakan hak pilih mereka untuk tetap merokok, sebagai perempuan saya juga boleh dong, picky dalam memilih pasangan yang enggak. Toh, ini juga demi kesehatan kami bersama, nggak saya aja. (Jiahh!)

R.

 

 

2 thoughts on “Cewek Merokok Dianggap Nakal, Giliran Nolak Cowok Perokok Dibilang Picky

  1. Gak usah dengerin kata orang lah. Apapun demi kesehatan diri kita, kita punya hak untuk memilih apalagi menolak cwo perokok bikin pnyakit aja. Wkwkwk dibilang cewe sadis juga bodo amat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *