Berkah Kegelapan

Saya nggak pernah kepikiran bakalan menulis sesuatu seperti ini. Berkah kegelapan? Saya pasti gila. Bagaimana bisa kegelapan penuh berkah? Bukankah seharusnya penuh dengan hal-hal yang mematikan dan kejam? Jika Anda ingin melihatnya secara berbeda, bukankah seharusnya kegelapan berarti kosong?

Sebenarnya, kegelapan tidak selalu jahat. Sebagai contoh: gelap dapat membantu Anda sembunyi dari lawan yang selalu berlagak sempurna. Tentu saja, Anda tidak bisa bersembunyi selamanya. Ada saatnya Anda harus keluar dari kegelapan, menghadap mereka secara langsung. Melawan mati-matian.

Kegelapan mengajarkan Anda untuk memilih teman dengan bijak. Suara mereka yang manis dan menenteramkan nggak cukup meyakinkan. Anda juga perlu memperhatikan apa yang sebenarnya mereka lakukan.

Seperti biasa, beberapa orang hanya ingin memanfaatkan dan yang lain hanya teman sementara, hanya saat baik. Apa pun mereka, cobalah untuk nggak terlalu dimasukin ke hati. Yang hobi memanfaatkan akan selalu segera pergi dan – jika mereka pernah kembali, Anda tahu apa yang harus dilakukan. Biarkan mereka membuktikan kata-kata mereka jika mereka bersumpah mereka telah berubah atau usir saja mereka.

Tipe yang satunya lagi hanya memiliki energi terbatas. Anda tidak dapat memaksa mereka untuk melakukan lebih dari kemampuan dan kemauan mereka yang sebenarnya.

Namun, jangan berkecil hati dengan mudah dengan adanya mereka. Faktanya adalah, masih ada orang di luar sana yang benar-benar peduli. Anda seharusnya tidak pernah mengusir mereka. Anda harus bersyukur bahwa mereka ada. Bersikap sok tegar kayak nggak butuh siapa-siapa nggak akan bikin Anda menjadi orang yang lebih baik dan lebih kuat.

Terkadang, Anda membutuhkan mereka lebih dari yang ingin Anda akui – bahkan sama diri sendiri. Terkadang harga diri lebih banyak nyusahin.

Sekali-sekali nggak apa-apa kok, ngebiarin mereka membantu. Biarkan mereka menjaga Anda sejenak, sampai Anda cukup kuat untuk jalan sendiri lagi.

Namun, berhati-hatilah terhadap perangkap halus ini yang disebut ‘mengasihani diri sendiri’. Nggak usah muna, semua orang pada dasarnya senang dimanjakan. Senang rasanya kalau ada orang – atau beberapa orang – yang merawat Anda. Saya nggak akan berbohong; itu zona nyaman. Saya aja juga suka.

Tetap saja, Anda tahu nggak bisa kayak gitu terus. Ada titik di mana Ada saatnya Anda harus mandiri lagi. Orang-orang yang seharusnya baik ini juga bisa lelah. Mereka juga manusia, sama seperti Anda.

Kegelapan juga mengajarkan Anda bahwa ya, kepercayaan itu lemah dan hidup terkadang nggak adil. Anda nggak tahu segalanya dan nggak apa-apa juga. Anda nggak bisa melihat semuanya, karena memang bukan takdir Anda. Nggak ada yang bisa.

Akhir kata, kegelapan juga mengajarkan Anda untuk menemukan atau menciptakan cahaya sendiri. Jangan bisanya hanya baperan dan bete. Lakukan sesuatu, apa saja. Nggak usah maki-maki. Berhentilah mengasihani diri sendiri.

Coba jalan, deh. Nggak usah lari, karena masih berisiko menabrak benda-benda dalam kegelapan. (Belajarlah menerima dan) nikmati prosesnya. Dalam kegelapan, Anda memang harus bertarung. Dengan atau tanpa siapa pun, Anda harus menemukan jalan kembali ke tempat terang lagi.

 

R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *