Kok Suka Nulis?

Sering banget saya ditanya begini. Jawabannya nggak bakalan pendek, alias lebih mirip kisah perjalanan hidup lewat tulisan.

Gimana sih, caranya biar bisa nulis lebih banyak dan sering? Kenapa harus?

Soal nulis, banyak yang berawal dari hobi hingga panggilan. Ada juga yang awalnya nggak suka, karena lebih kayak tugas sekolah. Ada seorang penulis lokal yang novel pertamanya langsung jadi film hits. Dengan jujur dia bilang kalo novel itu awalnya tugas mengarang sebagai hukuman di sekolah.

Ada yang menulis karena ingin didengar tanpa dihakimi. Masalahnya selalu sama. Nggak semua orang mau selalu dengerin kita tanpa menghakimi. Bahkan, ada juga yang enggan membuang-buang waktu. Meskipun demikian, kayaknya nggak adil juga kalo kita berharap agar selalu dimengerti orang lain. Udah egois, mustahil pula.

Ada beberapa orang yang begitu dominan sampai nyaris jadi egois dan narsisistik. Pokoknya, dunia seakan hanya berputar di sekitar mereka. Masalah mereka lebih penting dan berat daripada masalah-masalah orang lain. Kemauan mereka harus selalu diturutin. Suara mereka harus selalu didengar, meskipun yang dikeluhkan itu-itu lagi tanpa perubahan berarti.

Anda menulis untuk berbicara tentang pengkhianatan dan rasanya menjadi korban ghibah. Padahal, Anda sendiri sebenarnya sudah lama melupakan masalah tersebut dan ikhlas menerima apa pun hasilnya. Istilah kerennya move on gitu. Mereka seharusnya lebih bersyukur karena Anda tetap diam. Anda pada dasarnya membiarkan mereka lolos, bahkan ketika Anda tahu bahwa Anda tidak seharusnya melakukannya.

Namun, mereka sangat nggak tahu terima kasih. Karena masih ngomongin Anda di belakang dan beberapa orang penasaran dan bertanya langsung pada Anda, mau nggak mau Anda harus menjelaskan masalah sebenarnya. Kadang karena terlalu emosi, menulis menjadi salah satu cara. Yang pasti, nggak ada yang perlu ngajarin Anda soal kejujuran, karena Anda sendiri sebenarnya nggak bodoh. Toh, udah sama-sama dewasa ini.

Beberapa orang emang mesti ngaca dulu sebelum asal menuding.

Paling sebal bila sudah menulis tentang patah hati. Ada yang bilang, terlalu diumbar bahaya. Anda bisa dianggap (dan kelihatan) lemah.Tapi kalo enggak, yang ada pada khawatir juga Anda bisa depresi.

Menulis adalah proses penyembuhan Anda. Selain itu, menulis bertujuan untuk menghasilkan uang – dan semoga menyebarkan pengaruh yang lebih positif kepada dunia.

R.

2 thoughts on “Kok Suka Nulis?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *