Cara Mengenali Monster di Tengah Kerumunan Manusia

Apakah ini paranoia – atau Anda hanya bersikap realistis?

Tahun lalu telah mengajarkan Anda dengan sangat baik. Tidak hanya itu, sayangnya. Anda melihat sekeliling dan menyadari bahwa dunia semakin gila.

Para monster keluar. Sebenarnya, mereka sudah lama keluar. Masalahnya? Semakin sulit untuk menemukan mereka dan membedakannya. Sebagian besar dari mereka terlihat benar-benar seperti manusia. Beberapa tampak tidak berbahaya dari luar.

Yang berbahaya adalah benak mereka. Pikiran mereka tidak bisa mudah ditebak.

Ini melibatkan pengajaran dan pembagian ideologi yang dipaksakan. Yang harus dilakukan dan cara menyebarkan kepercayaan palsu. Uang yang didapat, orang-orang tertentu yang dihujat. Ajaklah ‘massa yang tepat’ untuk mendukung ‘perjuangan’ Anda.

Yang mana mereka? Sayangnya, Anda tidak benar-benar tahu. Mereka bisa dimana saja dan siapa saja. Kadang-kadang Anda menghabiskan terlalu banyak waktu dan energi untuk mencurigai orang asing sehingga melupakan satu kemungkinan penting:

Mereka bahkan mungkin tidak se-asing itu. Bisa jadi Anda mengenal mereka atau bahkan lebih buruk – mereka teman terpercaya yang telah lama Anda percayai.

Menakutkan, bukan? Dikira Anda sudah mengenal semua orang cukup lama. Mungkin sampai batas tertentu, Anda benar-benar kenal. Mungkin ada sesuatu yang mengubah mereka. Anda mungkin telah pernah berbuat salah pada mereka dan tidak menyadarinya.

Mungkin mereka hanya memandang hidup dengan pahit. Kejahatan adalah pilihan – dan begitu pula kesombongan. Sama juga dengan ketidakpedulian. Siapa tahu? Siapa yang bisa benar-benar menebak? Dengan kemungkinan suram ini di dunia, terkadang sulit untuk tetap positif dan hanya main percaya orang lain. Rasanya menyulitkan untuk menemukan orang yang baik, tetapi bukan berarti itu tidak mungkin.

Harapan itu masih mungkin, tidak peduli seberapa kritis situasinya. Namun, harus ada keseimbangan. Tidak apa-apa untuk merasa bahagia dan memiliki keyakinan pada orang-orang lain. Lagipula, hal-hal itulah yang membuat harapan tetap hidup. Selalu ada alasan yang lebih baik untuk hidup.

Namun, jangan terlalu naif dalam mempercayai orang lain. Anda masih perlu mempersiapkan diri untuk ‘skenario terburuk’. Bukannya Anda menjadi pesimis. Anda hanya sseeorang yang realistis!

Jika orang mengolok-olok dan menyebut Anda paranoid karena menjadi seperti ini, maka mereka tidak tahu. Entah tidak tahu – atau memilih untuk menutup mata dan telinga. Entah mana yang lebih buruk.

R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *