Mengenal Safelink Blogger

Sebagai seorang blogger, saya masih punya banyak kelemahan. Pertama, saya masih cenderung suka-suka dalam menulis. Kedua, saya masih payah dalam mendesain blog template. Ketiga, saya belum terlalu peduli juga dengan safelink blogger.

Apa sih, safelink blogger itu? Jujur, saya sebenarnya sudah pernah mendengar, namun masih suka malas mencari tahu. Saya hanya samar-samar ingat bahwa ini ada hubungannya dengan url shortener.

Namun, setelah mencari tahu, ternyata itu bukan sekadar memendekkan URL agar lebih ringkas. Safelink sendiri adalah laman yang diset dengan cara tertentu demi keamanan situs blog. Jadi, script tambahan yang disematkan lewat safelink ini dapat mendeteksi, apakah situs blog tersebut aman dari berbagai jenis virus malware.

Wah, kok saya baru tahu, ya? Hmm, sepertinya saya kurang update, nih!

Manfaat Menggunakan Safelink Blogger

Seperti yang sudah disebutkan tadi, salah satu manfaat menggunakan safelink blogger adalah untuk memendekkan URL. Dengan url shortener, tautan untuk ke blog kita terlihat lebih ringkas dan tidak bikin posting terlihat ‘penuh’. Posting pun lebih ringkas dan rapi.

Selain itu, tautan yang akan kita share, baik di media sosial seperti Twitter maupun yang lainnya, jadi terlihat misterius. Dengan tagline atau caption dan tagar (hashtag) yang tepat, orang bakal penasaran dan tertarik untuk meng-klik tautan tersebut. Istilah lainnya adalah clickbait.

Tentu saja, kita jangan hanya bergantung pada tagline, caption, maupun tagar agar orang mau membuka link yang menuju ke blog kita. Tapi, itu terserah teknisnya pemilik blog masing-masing, ya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, safelink blogger dapat melindungi situs blog kita dari malware. Ada empat (4) kelebihannya dalam hal ini, seperti:

  1. Mudah diingat dan diketik, sekaligus tidak bisa di-copy.
  2. Menghindari adanya tautan spam ke link situs blog yang asli. (Kita bisa melihatnya dari betapa banyaknya spam yang menggunung di kolom komentar blog kita. Makanya, saya mengaktifkan fitur ‘approve’ yang hanya bisa dilakukan oleh admin blog. Bayangan blog saya penuh spam yang langsung auto-publish bikin ngeri.)
  3. Menghindari serangan malware.
  4. Menyembunyikan tautan referral.

Safelink Blogger Berbayar?

Dasar saya blogger jadul. Ternyata saya baru tahu kalau ada safelink blogger yang bisa berbayar. Ada yang punya CPM (cost per mille) rate tinggi lagi. Intinya, semakin banyak yang mengklik shortened url ke blog kita, semakin banyak uang yang dihasilkan. Jadi, kita menjadi blogger yang dibayar. Istilah lainnya adalah monetisasi blog (blog monetizing).

Kalau ada yang bertanya, jujur…saya belum pernah mencobanya. Bagi saya, blogging awalnya adalah kegiatan mengekspresikan diri sekaligus mempromosikan tulisan hasil karya sendiri. Bila ada yang kemudian ingin membayar saya untuk menulis buat mereka, saya mau saja.

Untuk lebih mudah dalam metode pembayaran (dan mencegah penipuan), sebaiknya gunakan safelink blogger lokal. Hal-hal lain yang harus diperhatikan termasuk jangan mudah tergiur dengan tawaran CPM Rate yang tinggi serta jangan mengaitkan lebih dari satu url shortener ke url shortener yang lain. Bisa-bisa blog kita malah di-blacklist sama penyedia safelink. Bakal terdeteksi, lho!

Tapi, kalau mau pakai lebih dari satu url shortener (seperti dua atau tiga misalnya) masih boleh, lho. Apalagi bila safelink yang digunakan mempunyai batasan waktu penilaian valid klik. Intinya, jangan sampai mengaitkan satu safelink blogger dengan yang lain milik kita.

Hmm, setelah selesai mempelajari ini, apakah saya akan mulai tertarik untuk menggunakan safelink blogger? Kayaknya…saya masih harus belajar dulu, nih. Buat yang tertarik memulai, silakan download di sini, ya.

R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *