Narasi (Si) Narsis

Diva
Foto: https://unsplash.com/photos/oTE8EUwvhek

Bagimu,

semua kisah masa lalu

tentang sukses dan gagalmu,

berkah dan musibahmu

adalah narasi

butuh pembaca yang menyukai.

Kau akan menyebut semua berulang kali

bak rapalan doa tanpa henti

menanti puja-puji

agar percaya kesucian hati

penyintas semua cobaan keji.

Bagimu,

semua kisahmu adalah hiburan

tontonan sekelas Blockbuster cinema

atau minimal di layar kaca.

Berlebihan tak apa.

Namanya juga drama.

Kau akan memutarnya berulang kali,

hingga seluruh plot teresapi.

Ingatan tanpa ingin,

menilai dengan dingin

sosok-sosok bosan

namun diam demi kesopanan.

Bagimu,

harus kau yang jadi bintangnya,

peran utama,

nama yang paling sering terbaca.

Boleh ada yang lainnya,

selama pamor tak sama.

Kalau bisa,

mereka cukup jadi penggemarmu saja.

Kau rela berbagi panggung,

namun terasa tanggung,

karena tetap kau yang harus tampil utama,

sempurna di atas segalanya,

sementara…

…yang lain cukup jadi pendukung dan figuran belaka…

R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *