5 Cara Kilat Move On Dari Gebetan yang Udah Jadian

Foto: Freepik

Udah lama gak nulis yang ringan-ringan kayak gini. Mumpung masih di blog sendiri, hihihi…

Pernah diam-diam naksir gebetan, tapi sialnya udah keduluan orang lain? Meskipun mungkin patah hatinya belum tentu separah orang yang ditinggal mati/diselingkuhin/diputusin/di-stashing (diperlakukan seperti pacar pas lagi berdua doang, tapi gak pernah dikenalin ke siapa-siapa-nya si dia)/di-ghosting…rasa sakit dan kecewa itu pasti tetap ada.

Gak apa-apa. Kalau pun ada yang nganggep kalian lebay dan belum apa-apa udah jadi ‘bucin’, biar mereka ke laut aja. Minta ditenggelamin banget, biar bisa main sama ubur-ubur sekalian.

Jadi, gimana cara move on dari gebetan yang ternyata sudah jadian sama orang lain? Berdasarkan pengalaman dan hasil curhat beragam narsum, inilah lima (5) cara kilat yang bisa dicoba:

  • Akui perasaan sedih.

Gak perlu gengsi. Perasaan sedih dan kecewa itu pasti ada. Gak perlu diumbar ke seluruh dunia juga, sih. Setidaknya, akui pada diri sendiri. Mau cerita ke beberapa orang terdekat saja juga boleh.

  • Beri waktu buat diri sendiri.

Gak perlu maksain diri pasang muka sok tegar di depan si dia (dan pacar barunya). Yang ada malah aneh, apalagi bila Anda termasuk yang susah menyembunyikan emosi.

Bila perasaan sudah netral kembali, Anda bisa muncul kembali di hadapan si dia kayak gak (pernah) ada apa-apa. Kalo gak mau urusan lagi sama si dia juga gak apa-apa, selama kalian berdua belum keburu jadi sahabat.

Lho, kok? Kalo si dia udah nganggep Anda sahabat, pastilah dia akan bertanya-tanya saat Anda tiba-tiba menghilang dan susah dihubungi. Sekalinya bisa, alasan Anda ada saja untuk menolah ketemuan. Bukannya nanti dia malah akan curiga?

  • Sibukkan diri dengan berbagai kegiatan seru.

Ini beda dengan berlagak gak ada apa-apa, ya? Masih merasa sedih itu boleh dan wajar. Bodo amat dengan mereka yang bilang Anda galau dan baperan. Yang penting, Anda jujur dengan diri sendiri. Gak perlu jelasin apa-apa ke semua orang, apalagi sampai harus pura-pura bahagia biar mereka senang.

Menyibukkan diri bisa jadi pengalih perhatian, supaya gak kepikiran si dia terus. Selain itu, anggap saja penghasilan positif dari produktivitas Anda ibarat kompensasi patah hati. Betul, gak?

  • Gak perlu maksa harus buru-buru jadian sama orang lain.

Memang sih, ada yang awalnya hanya ‘rebound’ (pelarian) sebelum akhirnya jadi sayang beneran. Tapi, gak semuanya kayak gitu juga, kali. Emangnya film Hollywood? Semua perlu proses dan perasaan gak bisa (dan sebaiknya juga jangan) dipaksa.

  • Gak usah sinis  sama konsep ‘friendzone’.

Kenapa sih, di-‘friendzoned’ kesannya hina dan pecundang banget? Patah hati, sedih, atau kecewa boleh saja. Namanya berharap tapi gak sampai, perasaan negatif semacam itu pasti ada.

Tapi, bersyukurlah bila si dia masih menganggapmu teman. Itu masih lebih baik daripada tidak atau malah dianggap bukan siapa-siapa.

Meskipun tetap jadi teman, jangan terlalu berharap kalau peluang masih terbuka buat Anda. Selain lagi-lagi perasaan gak bisa dipaksa, ini sama saja gak menghargai si dia yang masih mau menjadikan Anda teman.

Siapa tahu, Anda dan si dia ternyata hanya ditakdirkan untuk menjadi teman baik dan malah lebih awet. Bahkan, bukannya tidak mungkin kalo si dia yang tadinya sempat bikin Anda tergila-gila, ternyata malah mengenalkan Anda pada jodoh yang sesungguhnya dan lebih baik. Siapa tahu, ‘kan?

Ayolah. Gak ada salahnya sesekali berpikir positif sedikit. Lagipula, patah hati hanya akan berlangsung selamanya bila tidak ada usaha dari si pemilik hati untuk menyembuhkan diri sendiri.

R.

5 thoughts on “5 Cara Kilat Move On Dari Gebetan yang Udah Jadian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *