Gema

Gema itu bernama standar ganda.

Kau lakukan yang kau suka,

namun marah saat mereka berlaku sama.

Tanpa sadar, sebenarnya kau sedang berkaca.

Hanya saja, kali ini posisimu beda.

Kaulah sang penerima buruknya laku mereka.

Tak perlu bermuram durja, apalagi sampai murka.

Menggelikan bila kau menyindir mereka,

layaknya pencinta standar ganda.

Sudah, terima saja.

Tak perlu merasa paling benar se-alam raya.

Bila tak suka, tak ada yang akan memaksa.

Bila masih terganggu dengan gema,

sepertinya kau harus kembali berkaca…

R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *