Tanpa Ngomong Langsung, Ini 5 Tanda Kemungkinan Seseorang Lagi Patah Hati

Jatuh cinta, terus patah hati. Cerita yang sama, banyak yang mengalami. Termasuk Anda, mungkin? Gak perlu merasa bersalah, malu, hingga takut dibilang ‘bucin’ (budak cinta). Percayalah, Anda bukan satu-satunya. Mereka yang sok tegar di depan umum sebenarnya diam-diam pernah mengalami hal serupa, cuma gengsi mengakuinya.

Kalau sampai ada yang menyebut Anda bucin, anggap saja mereka lagi butuh pengakuan bahwa mereka lebih jagoan daripada Anda atau siapa pun, makanya sengaja cari perbandingan. Yang kayak begitu sebenarnya jauh lebih menyedihkan. Toh, kalau memang yakin diri mereka kuat, ngapain butuh cerita ke mana-mana? Ya, nggak?

Setiap manusia berbeda-beda. Mungkin ada yang suka curhat seketika begitu mengalami patah hati. Ada yang memilih untuk diam saja, nggak mau membahasnya sama sekali. Nggak apa-apa. Tergantung kenyamanan individu masing-masing aja.

Terus, gimana dengan mereka yang ogah curhat, tapi sebenarnya lagi galau banget? Ya, jangan dipaksa cerita. Biarlah mereka memproses duka mereka secara mandiri. Gak selalu juga karena mereka mau terlihat (sok) tangguh.

Bisa jadi mereka hanya butuh waktu. Kalau pun mau cerita, biasanya karena mereka percaya dengan Anda. Ini juga bukan hanya soal Anda dipercaya bisa jaga rahasia. Bisa jadi, mereka percaya Anda takkan mudah menghakimi, seperti menyebut mereka bucin dan hinaan lainnya – meskipun dengan maksud bercanda. (Kalau Anda sampai begitu, jangan harap lain kali mereka masih akan mau bercerita apa-apa.)

Terus, bagaimana agar kita bisa lebih peka sama mereka yang sebenarnya bukan tipe tukang curhat, tapi diam-diam lagi patah hati? Coba perhatikan lima (5) tanda ini pada mereka:

  • Mendadak ganti status hubungan atau menghapus foto-foto dengan pasangan di media sosial.

Di era digital, tanda ini yang paling kelihatan. Apalagi bila orangnya termasuk ekspresif di media sosial. Foto-foto mesra dengan pasangan dipajang. Caption berisi kata-kata manis tentang dan untuk si dia bertebaran.

Lalu, mendadak semuanya berubah. Yang tadinya bangga pasang status ‘in a relationship’, sekarang balik lagi ke ‘single’. Yang nggak mau langsung mengakui biasanya suka sok-sok ganti status ke ‘it’s complicated’.Hiyaaah…masih jaman?

Ada juga yang langsung menyembunyikan status mereka sekalian. Biarkan saja orang bertanya-tanya.

  • Drastis mengganti penampilan.

Contohnya bisa macam-macam. Bila biasanya hobi pakai outfit warna-warni cerah, terus tahu-tahu lebih sering pakai warna gelap. Tapi, bisa juga sebaliknya, sih.

Bisa jadi yang tadinya suka baju warna netral berusaha menutupi kesedihan mereka dengan tampil lebih ceria. Tapi, ini juga belum tentu 100% akurat, karena lagi-lagi tergantung kepribadian orangnya.

Begitu pula dengan gaya rambut. Nah, ini ada yang menarik, nih. Banyak yang berasumsi bahwa perempuan yang sedang patah hati pasti akan potong rambut. Terus gimana dengan lelaki yang sedang patah hati? Cukur habis hingga botak atau malah tambah gondrong, dengan asumsi umum bahwa mereka jadi kurang merawat diri – karena merasa nggak ada lagi seseorang spesial yang memperhatikan mereka?

Memang ada yang gitu, tapi nggak semua, sih. (Hayo, jangan kebiasaan main menggeneralisir!) Malah ada yang memilih mengecat rambut mereka dengan warna-warni cerah demi menghibur diri.

Yang benar yang mana? Ya, lagi-lagi tergantung orangnya. Banyak kok, yang ganti penampilan hanya karena lagi bosan. Bila waktunya kebetulan pas dengan mereka baru putus, ya sudah. Belum tentu ada hubungannya juga.

  • Cenderung memilih lagu-lagu balada atau metal.

Baik penikmat musik saja atau penyanyi sekalian, ini tanda kemungkinan patah hati yang cukup jelas. Bila tadinya sering mendengarkan maupun menyanyikan lagu-lagu ceria, begitu patah hati langsung pindah ke balada.

Gak cuma itu. Mereka bisa tahan memutar lagu balada yang sama berulang-ulang. Kesannya kayak diam-diam mau bikin pengumuman terselubung:

“Lagi patah hati, nih!”          

Duileee…segitunya…

Untung sekarang sudah zaman digital. Tinggal cari lagu-lagu yang diinginkan dan replay terus dari YouTube, Podcast, atau sejenisnya.

Pelawak Berlelucon Kasar
Foto: unsplash
  • Senyum dan sorot mata suka nggak sinkron.

Ini tambahan bagi yang jeli mengamati ekspresi mikro orang lain. Perhatian amat? Lha, emang iya.

Jangan salah. Orang yang diam-diam sedang galau karena patah hati masih ada yang bisa tersenyum ceria, lho. Bahkan mereka masih bisa menolong dan menghibur sesame, meskipun masalah mereka juga belum tentu berat-berat amat. Menurut ukuran siapa? Ah, bisa beda-beda itu.

Mereka beneran kuat atau sok tegar? Tergantung. Mungkin mereka sedang memproses perasaan sendiri, tanpa harus cerita sana-sini. Mungkin juga mereka sudah terbiasa memendam banyak hal.

Bisa jadi mereka sedang sangat sibuk, sehingga merasa belum sempat memproses rasa sedih mereka sendiri.

Bila termasuk sosok ekspresif, orang ini biasanya akan tampak janggal saat tersenyum. Senyumnya jadi tampak kaku, sementara sorot matanya tampak sedih. Hanya aktor profesional yang bisa pura-pura begini.

Foto: https://www.freepik.com/free-photo/tensed-man-covering-ears-with-hands-with-his-eyes-closed_4167208.htm#page=1&query=ignorance&position=1
  • Bisa jadi lebih pendiam daripada biasanya atau malas membahas si penyebab ‘patah hati’.

Perubahan ini juga cukup mencolok. Yang tadinya ceria dan rada bawel bisa mendadak pendiam. Beda dengan kalem, ya. Yang sudah pendiam? Hmm, bisa jadi malah makin membisu 1000 bahasa.

Walaupun bukan model pendiam, belum tentu juga orang ini (otomatis) mau (langsung) cerita. Yang pasti, mereka langsung malas begitu mulai ditanya-tanya soal ‘si penyebab patah hati’.

Nggak berarti langsung marah juga, sih. Paling pas ditanya, jawabannya hanya seputar “Malas ngebahas” atau berusaha mengganti topik dengan segala cara.

Jangan sekali-sekali memaksa mereka bercerita, kalau nggak mau mereka sampai murka. Tunggulah sampai mereka mau terbuka. Bila mau, berarti Anda termasuk sosok yang bisa mereka percaya.

Nah, inilah lima (5) tanda kemungkinan seseorang lagi patah hati, meskipun tanpa ngomong. Nggak perlu kepo-kepo amat, cukup biarkan mereka punya privasi. Tungguin aja sampai mereka mau cerita sendiri.

Kalau nggak mau? Ya, jangan dipaksa. Tapi kita masih bisa kok, berusaha lebih peka dan menjaga perasaan mereka. Ya, minimal nggak nyebut-nyebut si penyebab mereka patah hati (apalagi bila kita sudah tahu mereka putus.)

Kita bisa mencoba menghibur mereka dengan cara lain. Misalnya: ajak nonton film komedi, ngopi-ngopi cantik, hingga traveling bareng ke tempat-tempat seru. Tanyakan juga kesukaan mereka. Apa aja deh, yang penting sama-sama happy.

Semoga habis itu mereka tidak terlalu sedih lagi.

Nah, gimana cara Anda menghibur teman yang lagi patah hati, tapi kebetulan bukan tukang curhat sana-sini?

R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *