5 Tips Anti Marah-marah Terus di Media Sosial Ala Saya

Hah, blogger pemarah kayak saya berani kasih tips begini? Masa, sih? Gak salah? Emang tips dari saya bisa dipercaya?

Komentar-komentar di atas mungkin bakal lebih banyak keluar dari mereka yang sudah benar-benar mengenal saya. Memang, saya akui saya pemarah. Banyak hal di dunia ini yang bisa memicu emosi saya.

Tapi, apakah berarti saya akan selalu marah-marah? Gak juga, kali. Ya, ada kalanya saya memang berhak marah, terutama bila masalahnya serius.

Contoh: laki-laki yang keseringan bercanda seksis. Biar dia nggak terbiasa bersikap kurang ajar sama perempuan atau siapa pun lewat guyonan seksisnya, pasti bakalan saya tegur. Mau sampai musuhan juga ayo, saya gak takut. Bodo amat saya disebut baperan – argument andalan paling basi yang selalu saya dengar dari model begini.

Namun, saya juga bisa lelah. Saya juga masih punya banyak urusan lain. Percuma juga terlalu banyak buang-buang waktu marah-marah doang di media sosial. Untuk mengatasinya, inilah lima (5) tips dari saya:

  • Jangan terlalu sering mengakses media sosial.

Ayolah, kita masih punya kehidupan nyata. Selama masih banyak pekerjaan lain yang lebih penting di luar sana, ngapain harus selalu memusingkan komentar julid netizen maha benar? Jangan-jangan hidup mereka sebenarnya jauh lebih menyedihkan.

Untuk jaga-jaga, tak perlu terlalu sering mengakses media sosial. Tapi…eh, gimana kalo itu ternyata sudah jadi bagian dari profesi?

  • Khusus pekerja digital, fokuslah sama konten yang menjadi bagian dari pekerjaan.

Godaan mampir ke konten lain atau baca-baca komentar julid netizen maha benar pasti ada. Tapi, selama masih jam kerja, mendingan fokus dulu sama konten yang terkait kerjaan sendiri, deh. Sesudahnya, masih ada kok, cara-cara lain untuk membatasi melihat konten-konten menyebalkan di media sosial. Gak perlu bikin UU segala.

Tentang Ultah, Hadiah, dan Kehadiran
  • Lebih baik mengakses media sosial di pagi hari.

Mengapa demikian? Karena rata-rata orang masih punya mood yang relatif bagus. Postingan pagi biasanya nggak jauh-jauh amat dari quotes inspiratif, tentang semangat pagi, pamer foto sarapan, dan masih banyak lagi. Pokoknya belum butek sama drama dalam sehari.

Kecuali…yah, ada tragedi yang lagi jadi trending topic. Kalau sudah begitu, memilah dan memilih jadi tantangan yang lain lagi.

  • Memilah, memilih, dan konsisten/tegas dalam bersikap.

Nah, kita harus tegas dalam memilih yang ingin kita lihat. Sama saja dengan memilih makanan di daftar menu resto. Gak mungkin juga ‘kan, semuanya mau kita makan sekaligus?

Begitu pula saat mengakses media sosial. Kalo nggak mau merasakan stress yang nggak perlu, saatnya memilah dan memilih yang ingin kita lihat.

Misalnya: saya sangat suka kucing, jadi paling hobi menonton video kucing-kucing lucu di YouTube. Saya juga suka melihat update posting teman-teman yang punya kucing peliharaan. Pokoknya, saya tidak mau ketinggalan ikut menikmati dokumentasi bebas ulah kucing-kucing mereka yang lucu dan selalu menghibur pemiliknya.

Tentu saja, saya juga tidak mau ketinggalan dengan info terkini. Tapi, biar nggak jadi stres hingga marah-marah terus, saya hanya mengaksesnya di pagi hari.

Eh, tapi gimana kalo konten di media sosial masih banyak yang berpotensi bikin naik pitam? Hmm…

  • Sesekali break dari media sosial.

“Ah, susah kalo udah kecanduan.”

Ayolah, masa nggak punya kendali diri, sih? Kebetulan, saya termasuk generasi imigran digital. Saya sudah pernah hidup tanpa internet dan baik-baik saja.

Saya pernah break dari media sosial selama liburan. Kebetulan, saya termasuk pengusung tagar #latepost kala travelling atau sejenisnya. Saya merasa tidak perlu selalu update semua kegiatan saya saat liburan. Jadinya acara jalan-jalan malah kurang fokus gara-gara (merasa) harus selalu update tiap kegiatan – real-time pula.

Lagipula, seluruh dunia nggak wajib untuk selalu tahu segalanya tentang kita, kok.

Nah, inilah lima (5) tips sederhana agar saya nggak marah-marah terus di media sosial. Gimana dengan Anda?

R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *