https://unsplash.com/photos/KgLtFCgfC28

5 Kesalahan yang Masih Sering Dilakukan Pengguna Aplikasi Kencan

Pandemi #Covid19 masih jadi penghambat berbagai interaksi sosial. Mau ke mana-mana masih diikuti perasaan waswas. Acara kumpul-kumpul di ruang publik masih harus pakai batasan.

Yang masih lajang dan sedang mencari calon pasangan mungkin juga menggunakan aplikasi kencan atau dating app/web. Nah, entah kenapa, saya melihat masih banyak yang melakukan lima (5) kesalahan umum ini.

Obrolan garing sih, masih bisa diasah supaya asik. Cuma, lima (5) kesalahan umum ini dijamin bisa bikin targetmu di aplikasi kencan jadi malas menanggapi atau ilfil sekalian (apalagi kalau mereka mencari yang beneran serius, bukan buat sesaat):

  1. Malas baca profil karena terlalu fokus sama foto.

Oke, saya nggak mau munafik. Siapa sih, yang nggak tertarik sama wajah tampan atau cantik di foto profil seseorang? Perkara asli, hasil photoshop, atau colongan dari punya orang lain itu urusan belakangan. Yang penting suka.

Tapi, hubungan gak cuma mengandalkan tampang yang ‘enak dilihat’, bukan? Gimana kalo pas ngobrol garing? Gimana kalo ternyata aslinya dia kasar, gak sopan, dan gak menghargai kamu? Lain cerita sih, kalo kamu butuhnya hanya ‘piala berjalan’  buat dipamerin ke mana-mana, tapi sebenarnya kamu sama sekali nggak (mau) peduli sama kepribadian, pikiran, dan perasaan mereka.

https://unsplash.com/photos/1-Osp6CvhXc

2. Gak perhatian sama profil.

Sudah capek-capek menulis profil di akun aplikasi kencan, buntutnya nggak dibaca. Malah kasih pertanyaan yang itu-itu saja, padahal di profil sudah tercantum cukup jelas. Contoh: saya sudah menulis profesi saya, buntutnya ada saja yang mengirim DM dengan pertanyaan ini:

“Kerja di mana?”                                              

Itu masih mending. Ada juga dari luar negeri yang pernah bertanya asal negara saya. Selain itu, kadang rasanya percuma saya sudah pasang DISCLAIMER gede-gede soal kebijakan memberikan nomor ponsel. Kalau masih merasa belum nyaman setelah interaksi selama sebulan pertama, ya tidak akan saya berikan. Bahkan, saya nggak merasa perlu menjelaskan apa-apa. Memangnya yakin, mereka nggak akan tersinggung?

Orang yang nggak perhatian sama profilmu sejak awal biasanya nggak cukup perhatian untuk mengenalmu. Maunya kamu yang harus (lebih) perhatian sama mereka.

https://unsplash.com/photos/XL-hPDNeZvs

3. Belum apa-apa sudah berani merayu, bahkan melamar.

Entah scammer atau korban cerita dongeng, strategi awal mereka selalu mirip. Mulai dari memuji foto kita, seperti menyebut kita cantik/tampan, hingga mengaku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Halah, padahal ketemu beneran aja belum!

Berdasarkan banyak cerita yang sudah beredar, baik di dunia nyata maupun lewat dunia maya, ketemu sama orang kayak gini di aplikasi kencan kudu hati-hati. Berbagai bahaya mengintai, mulai dari kasus penipuan (catfishing / scamming) sampai usaha penculikan yang berujung pada perdagangan manusia. Nah, lho. Gimana nggak ngeri, tuh?

https://unsplash.com/photos/lSMf7GJoDz4

4. Terang-terangan berpikir mesum.

Nah, ini lagi yang menjijikan. Apakah normal bagi orang dewasa untuk mikirin seks? Normal-normal saja. Mau sering berfantasi soal itu juga masih wajar. Gak laki gak perempuan, sama aja.

Yang jadi masalah adalah bila kamu ceritakan fantasimu itu pada sembarang orang. Bila kebetulan yang kamu kenal di aplikasi kencan tidak masalah dengan hal itu, baguslah.

Lain cerita bila orang yang baru kamu kenal di sana ternyata nggak suka dan merasa jijik dengan ulahmu. Bila beralasan “Biasanya nggak apa-apa, kok”, jatuhnya tetap nggak sopan. Memangnya kamu bisa baca pikiran orang? Enggak, ‘kan? Percuma juga main perkara untung-untungan, apalagi mentang-mentang selama ini kamu sudah sering ketemu orang yang nggak keberatan dengan kemesumanmu yang salah tempat.

Jangan salahkan mereka bila kamu ditolak, dimaki-maki, dilaporkan ke admin, hingga diblokir maupun akunmu di-suspend. Kalau mau aman, nggak usah sotoy deh, berasumsi semua orang akan suka dengan pendekatanmu.

https://unsplash.com/photos/8s9cDpite-8

5. Menganggap targetmu bukan orang sibuk.

Mentang-mentang kenalannya di aplikasi digital, kamu jadi lupa tata krama dan batasan. Kamu lupa kalau si dia juga masih manusia biasa. Punya pekerjaan, kesibukan, pokoknya kehidupan sendiri. Sama saja seperti kamu.

Makanya, kamu nggak berhak menuntut si dia untuk segera membalas pesanmu. Apalagi sampai marah-marah dan mengancam segala. ‘Kan bisa tanya baik-baik dulu mengenai kesibukannya, ketimbang menuduhnya hanya ingin mempermainkanmu. Siapa juga sih, yang suka asal dituduh sama orang yang belum kenal pula? Nggak mau gitu juga, ‘kan?

Hargailah privasinya. Kalau masih susah, coba bayangin, deh. Mau nggak, tengah malam kamu mendadak ditelepon sama orang yang ingin ngobrol ngalor-ngidul, tanpa peduli udah ganggu tidur nyenyakmu?

https://unsplash.com/photos/LDcC7aCWVlo

Nah, inilah lima (5) kesalahan yang masih suka dilakukan oleh para pengguna aplikasi kencan digital. Moga-moga nggak termasuk kamu, ya!

R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *