Hanya Se-peluk
Foto: https://unsplash.com/photos/nwWUBsW6ud4

Chrysalim

Badai dan hujan

kau ributkan,

sementara kutemukan damai

saat melihat jatuhnya jutaan rinai.

Mungkin ricuh di luar jendela,

namun ada sunyi bersemayam di kepala,

meredam suara keluhanmu

yang kian merana karena jemu.

Ada untungnya jadi penulis.

Kau bisa bebas berkelana dan jenuh tertepis.

Tak banyak yang bisa kita lakukan sekarang,

kecuali menanti redanya hujan.

Masih saja kau keluhkan bosan

tanpa berbuat apa-apa.

Ah, sayang.

Sepertinya kau kurang membaca.

R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *