Foto: https://unsplash.com/photos/EcgyryGygeE

Menyambut 2021, Berharap Covid-19 Musnah Dulu

Tak terasa, kita sudah di penghujung tahun 2020. Bulan Desember ini, mungkin sudah banyak yang tetap ingin melaksanakan liburan di luar rumah. Banyak juga yang masih khawatir dengan situasi dan kondisi terkini. Makanya, mereka memutuskan untuk liburan di rumah saja. Bahkan, ada yang sudah lama sekali tidak bertemu teman-teman dan keluarga.

Kabar terakhir, angka penularan virus Corona sudah mencapai 8000-an lebih per hari di Jakarta. Hmm, enaknya gimana, ya? Bahkan, mereka yang sudah tertib mengikuti protokol kesehatan masih bisa terkena. Mau marah-marah ke siapa juga percuma. Yang ada kita hanya bisa berusaha.

Banyak sekolah-sekolah yang rencananya akan kembali membuka kelas-kelas biasa pada Januari 2021 nanti. Nah, sampai sini dilemma membuat suara para orang tua terbagi. Ada yang setuju untuk kembali membawa anak-anak mereka ke sekolah. Apalagi, mungkin anak-anak sudah banyak yang kangen dengan teman-teman mereka dan jalan-jalan keluar.

Namun, banyak juga orang tua yang masih belum siap. Alasannya tentu saja takut ketularan. Bahkan, meskipun sudah mengikuti protokol kesehatan, risiko itu tetap ada.

Jadi Enaknya Gimana?

Hmm, rada-rada tricky juga, karena belum tentu semua orang bisa mencapai nilai ideal dalam menjalani New Normal. (Jujur, saya sendiri sebenarnya kurang suka istilah itu. Saya lebih suka menyebutnya “Kebiasaan Baru”.) Ada yang masih harus keluar rumah untuk bekerja dan nggak semua orang punya koneksi internet yang bagus.

Ya, kita semua sedang menunggu vaksin Covid-19 yang diharapkan akan menyudahi pandemi yang praktis mempengaruhi seluruh dunia sepanjang tahun 2020. Apakah tahun 2021 berarti juga harapan baru? Yah, semoga saja begitu.

Yang pasti, jangan merayakan apa-apa kalau Covid-19 belum musnah dulu. Tapi, itu sih, terserah kalian. Jangan marah juga kalau masih banyak yang menjauhi atau menyalahkan kalian bila sampai ada yang ketularan. Masalahnya, ada penderita virus Corona yang sama sekali tidak menunjukkan gejala. Masa kalian masih tega pada sesama?

R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *