“BISNIS ONLINE ANAK MUDA: Mulai Dari Mana?”

“BISNIS ONLINE ANAK MUDA: Mulai Dari Mana?”

Generasi milenial – atau yang kerap disebut dengan ‘anak-anak jaman NOW’  – sering dipandang sebelah mata oleh generasi sebelumnya. Padahal, mereka adalah penerus bangsa dan umat manusia. Mereka juga bukan melulu tukang hura-hura. Hal ini terbukti dengan menjamurnya bisnis online anak muda.

Era digital semakin mempermudah banyak orang untuk memulai bisnis mereka sendiri. Bahkan, kamu tidak perlu lagi menunggu lulus kuliah, bekerja kantoran selama beberapa tahun, hingga mengumpulkan dana yang cukup untuk memulai bisnismu sendiri. Sekarang, sudah banyak bisnis online anak muda.

Sebelum era media sosial segencar sekarang, sebenarnya sudah banyak anak muda yang membuka bisnis kecil-kecilan mereka sendiri. Contoh: bisnis rumahan seperti berjualan camilan, produk fashion, hingga jasa pengetikan dan penerjemahan. Bahkan, hanya bermodal dari rumah sendiri juga bisa.

Era media sosial dan aplikasi chat semacam Whatsapp dan LINE semakin mempermudah mereka yang ingin membuka bisnis sendiri secara online. Semangat khas pelaku bisnis online anak muda sayangnya tidak dibarengi dengan strategi yang cocok, sehingga banyak yang gugur di tengah jalan.Apa penyebabnya? Apa yang salah? Menurut website Bisnis Millenial, ada empat (4) kendala yang sering terjadi bagi para pelaku bisnis online anak muda. Semua kendala utama tersebut adalah:

  1. Tidak punya produk yang unik atau terlalu terbawa arus pasar.

Mungkin ini memang kerap terjadi, terutama bagi pemula. Saat produk tertentu sedang tren dan digandrungi banyak orang, mereka pun ikutan berjualan yang sama. Mungkin pada awalnya menangguk keuntungan.

Namun, sama seperti halnya semua tren, orang akan cepat bosan saat tren berlalu. Penghasilan tidak lagi seperti dulu, sehingga ragu untuk maju atau mencoba sesuatu yang baru.

2. Persaingan lebih tinggi, cepat, dan kadang ganas.

Namanya juga era digital. Bukan satu saja yang ingin membuka bisnis online anak muda. Otomatis persaingan lebih tinggi, cepat, dan kadang panas. Bila salah strategi, penghasilan akan sulit bertambah, apalagi bagi yang kurang siap mental.

3. Ingin membuka bisnis online, tapi minder karena merasa tidak punya bakat.

Bisa jadi, awalnya hanya ikut-ikutan kawan yang sudah duluan punya bisnis online anak muda. Sayangnya, hal ini tidak dibarengi dengan ketrampilan – dan rasa percaya diri – yang memadai. Akibatnya, jangankan memulai. Memikirkan konsepnya saja masih bingung.

4. Punya semangat dan sudah mengikuti kursus online, tapi masih butuh bimbingan.

Kursus online untuk membuka bisnis memang membantu. Namun, pada akhirnya semua peserta akan punya ide masing-masing untuk jenis usaha mereka. Masalahnya, tidak semua langsung yakin bisa maju seketika. Ada yang masih butuh bimbingan.

Nah, kalau sudah begini, sebaiknya bagaimana, ya? Apakah maju terus pantang mundur tapi miskin strategi? Apakah mundur saja, menyerah, dan berhenti? Enggan mencoba lagi?

Hei, itu bukan sikap anak muda generasi milenial yang pantang menyerah. Bila masih bingung, gimana kalau kamu bergabung saja dengan Bisnis Millenial? Komunitas ini akan membantu para pelaku bisnis online anak muda yang masih membutuhkan bimbingan tambahan.

Dengan Bisnis Milennial, kamu bakal dibimbing langsung oleh para mentor berpengalaman, disertai praktik langsung di lapangan. Tidak hanya live mentoring, kamu juga bisa menonton video tutorial pendukung, mendapatkan info terbaru seputar dunia bisnis online anak muda, hingga belajar strategi jual.

Jadi, masih ragu membuka bisnis online anak muda? Sebaiknya jangan. ‘Kan sudah ada Bisnis Milennial.