Banyak Pilihan Kursus Online di Baba Studio, Lho!

Zaman digital telah mempermudah kita untuk melakukan banyak hal. Tidak sempat baca koran, banyak media online yang menawarkan konten berita. Berkabar dengan keluarga jauh bisa lewat media sosial. Ingin belajar hal baru namun sulit waktu, tinggal mengikuti kursus online.

Apa saja sih, yang tersedia lewat kursus online? Dikenal juga dengan e-learning atau online course dalam Bahasa Inggris, di sini kita bisa belajar sesuatu tanpa harus datang ke kelas. Cukup andalkan perangkat gawai seperti ponsel atau laptop dengan koneksi internet yang cepat, belajar online pun lancar seketika.

Apa saja yang bisa kita dapatkan lewat belajar online? Wah, banyak sekali, tergantung yang ditawarkan platform tersebut. Untuk fitur-fiturnya juga beragam. Ada yang awalnya bisa hanya berupa akses membaca e-book dengan gratis, kemudian berkembang menjadi unduhan file video hingga webinar.

Semula mungkin ada kekhawatiran bahwa kursus online akan terasa membosankan dan hanya satu arah. Misalnya: mengunduh materi pelajaran berupa e-book atau menonton video webinar. Padahal, yang namanya belajar online lebih dari sekadar itu. Masih ada fitur chat, sehingga kita bisa langsung berinteraksi dengan pengajar.

Dengan aplikasi dan tools yang sesuai, belajar online dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Bahkan, meskipun sedang belajar di rumah atau kantor, ada alat yang dapat membuat kita serasa berada di dalam kelas betulan. Yang pasti, jangan lupa pakai mikrofon dan pelantang (headphone) agar bisa lebih berkonsentrasi.

Kursus online juga memiliki sistem seperti layaknya kursus biasa atau offline, yang disebut juga dengan LMS. LMS adalah singkatan dari Learning Management System atau Sistem Manajemen Pengajaran. Tidak hanya belajar online seperti di kelas biasa, lho. Banyak hal lain yang dapat kita lakukan.

Kita juga bisa membaca konten, mengikuti tes, hingga mendapatkan sertifikat. Bagi pekerja kantoran yang super sibuk, jadwal kursus online bisa disesuaikan dengan waktu luang mereka. Jadi, meskipun kegiatan sedang banyak sekali, kita masih bisa mendapatkan ilmu (knowledge) serta keahlian (skills).

Ada lagi keuntungan dari belajar online. Selain tidak perlu berurusan dengan macet di jalan (karena harus datang ke kelas), biayanya cenderung lebih terjangkau. Bahkan, bila kita pengusaha yang ingin memberi pelatihan pada karyawan, kursus online dapat menghemat tempat dan mudah dalam soal pengaturan waktu.

Jadi, enaknya belajar online di mana, ya?

Banyaknya pilihan berarti banyak referensi. Salah satu yang cocok jadi pertimbangan bagi yang ingin kursus online adalah mendaftar di Baba Studio. Banyak sekali paket kursus yang ditawarkan oleh Baba Studio, sehingga pengalaman dalam belajar online dapat lebih bervariasi. Apa sajakah?

  1. Kursus Animasi Online.

Suka dengan film animasi dan ingin membuat film sendiri? Baba Studio punya kelas ini. Dengan bermodalkan stok cerita buatanmu sendiri, kursus online ini dapat mewujudkan impianmu menjadi filmmaker berikutnya. Indonesia butuh banget film-film animasi yang berkualitas.

  1. Kursus Website Online.

Ingin perusahaan punya website resmi sendiri, tapi bingung karena merasa belum ahli? Baba Studio menawarkan kelas ini untuk yang ingin belajar online. Setelah selesai, semoga website perusahaan segera jadi dan dapat meningkatkan promosi serta penghasilan.

  1. Kursus Bisnis Online.

Sekarang berbisnis pun bisa dari mana saja dan dengan siapa saja berkat era digital. Untuk itu, kursus online ini dapat membantumu lebih lancar mengatur jalannya bisnis, meskipun dalam kondisi remote hingga bertransaksi lintas benua. Seru banget, bukan? Sekarang bukan saatnya hanya mengandalkan rupiah.

  1. Kursus Web Design Online.

Sekarang nggak hanya desainer biasa yang banyak dicari. Baik secara freelance, paruh-waktu, atau fulltime, profesi web designer banyak diminati. Apalagi, sekarang sudah banyak sekali perusahaan startup berbasis digital. Dijamin pasti banyak yang membutuhkan keahlian ini.

  1. Kursus Toko Online.

Ingin berjualan secara online, tapi masih bingung mulai dari mana? Meskipun bisa memanfaatkan media sosial atau blog pribadi (terutama yang berdomain khusus), pastinya lama-lama ingin juga dong ya, punya toko online yang resmi? Baba Studio menawarkan belajar online ini untuk para calon pengusaha berbasis digital.

Baba Studio sebenarnya juga masih punya banyak paket kursus online lainnya, seperti: kursus flash animasi online, kursus SEO online, kursus game online, dan masih banyak lagi. Tinggal pilih yang sesuai dengan kebutuhan dan nikmati proses belajarmu secara digital bersama Baba Studio.

Yuk, belajar online sekarang.

R.

 

 

“POPMAMA.COM: Media Digital untuk Para Mama Generasi Milenial”

“POPMAMA.COM: Media Digital untuk Para Mama Generasi Milenial”

Belum jadi mama, tapi udah suka baca artikel tentang parenting, terutama buat para ibu? Kenapa enggak? Itulah yang saya lakukan, terutama demi kepentingan riset tulisan. Salah satunya, tentu saja, adalah membaca artikel konten dari media digital bernama PopMama.

Apa yang menarik dari media digital yang cocok untuk para mama generasi milenial ini? Yuk, kita ulik satu-persatu:

1.Desain website PopMama.

Meskipun tampil dengan konsep feminin dan lembut demi mendukung karakter sosok mama atau keibuan, nggak ada kesan kaku di sana. Malah sesuai dengan kata ‘pop’ yang diusung brand ini. Warnanya juga segar, jadi semakin enak dipandang.

Latar putihnya bikin tulisan artikel konten PopMama mudah dan enak dibaca. Bila ‘adik’-nya, PopBela, dikombinasikan dengan warna merah, maka PopMama pakai warna ungu yang lembut.

2.Konten-konten PopMama.

Menjadi mama pasti sibuk sekali. Bahkan untuk mama yang paling suka membaca sekali pun, meluangkan waktu untuk melirik barang satu-dua artikel saja mungkin sudah sulit. Nggak hanya si kecil, bahkan papa pun minta perhatian mama.

Karena itulah, konten-konten PopMama cocok sekali untuk dibaca Mama yang super sibuk. Ringkas, padat, dan tidak terlalu bertele-tele. Tiap artikel membahas topik seputar kebutuhan mama, entah dalam mengurus keluarga maupun merawat diri.

3.Desain hurufnya enak dilihat.

Berhubung nge-pop dan untuk para mama generasi milenial, PopMama juga perhatian sama desain hurufnya. Harus yang enak dilihat, biar mama nggak pusing bacanya. Apalagi bila harus berlama-lama menatap layar ponsel atau laptop Mama. Belum lagi bila mata Mama lelah karena bergadang menjaga si kecil yang sedang tidak enak badan.

Terus, apa lagi ya, yang seru dari PopMama?

4.Banyak artikel konten pilihan yang mewakili kebutuhan mama di PopMama.

Mama baru punya anak pertama dan jadi orang tua? Pastinya ada rasa deg-degan dong, ya. Jangan khawatir. Selain bisa tanya-tanya sama para mama lain yang sudah lebih berpengalaman, Mama juga bisa baca-baca artikel konten di PopMama.

Si kecil sedang sakit atau mogok makan? Ada juga tips cara menanganinya. Mama juga selalu diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dan merawat penampilan diri. Kalau bukan Mama, siapa lagi? Dengan tubuh sehat dan penampilan yang enak dilihat, Mama pasti lebih merasa nyaman dan makin bahagia dengan diri sendiri. Ingat, bila Mama happy, keluarga juga ikutan happy.

Ada juga kisah-kisah nyata tentang keluarga lain. Ada yang bahagia, ada yang bikin sedih. Nah, semoga kisah-kisah yang sedih tidak ikut bikin Mama sedih. Semoga Mama tidak perlu mengalami masalah yang sama dan tetap berbahagia dengan keluarga Mama.

Setelah itu, masih ada nggak ya, kelebihan PopMama lainnya? Oh, ternyata masih ada lagi, yaitu:

5.Tiga (3) fitur / tools andalan PopMama.

Apa sajakah ketiga (3) fitur atau tools tersebut?

  • Baby Names Finder buat Mama yang lagi mempersiapkan nama untuk calon bayi kecil Mama nanti.
  • Ovulation Calendar untuk membantu Mama mengecek perhitungan masa subur, terutama bila Mama ingin segera memiliki anak.
  • Due Date Calculator. Bingung menghitung masa kehamilan Mama, terutama yang baru pertama kali? Ada fitur ini yang dapat membantu Mama memperkirakan jadwal lahir si kecil. Tapi, jangan lupa cocokkan juga dengan perkiraan ahli ginekologi Mama, ya.

PopMama memang media digital sahabat untuk para mama generasi milenial.

R.

 

“POPBELA SAHABAT PEREMPUAN INDONESIA”

POPBELA SAHABAT PEREMPUAN INDONESIA”

Sebagai perempuan yang gemar membaca dan menulis, artikel konten digital sudah jadi salah satu pilihan saya sehari-hari. Selain sebagai hiburan, saya juga tidak ingin ketinggalan info terkini yang berkaitan dengan kebutuhan perempuan. Salah satunya adalah gaya hidup, terutama bagi perempuan lajang. Karena itulah saya memilih membaca PopBela.

Apa yang menarik dari PopBela? Banyak. Yuk, kita cek satu-satu:

1.Desain website PopBela.com

Desain website-nya rapi, bersih, dan sederhana. Latarnya putih, sehingga semua tulisan dapat terbaca dengan mudah dan jelas. Dengan kombinasi warna merah dan tulisan hitam, fiturnya juga nggak macem-macem.

2. Artikel konten yang ada sesuai dengan kebutuhan perempuan.

Sekilas, mungkin artikel konten yang ada mirip-mirip dengan media digital lain yang diperuntukkan bagi perempuan. Ada tentang kecantikan, rubrik gaya hidup, relationship, kesehatan…pokoknya semua yang dibutuhkan perempuan, deh.

Lalu apa bedanya? Bahasa yang digunakan juga ringan, namun tanpa terkesan alay. Meski masih menggunakan Bahasa Indonesia dengan EYD (Ejaan yang Disempurnakan), kata-kata yang dipilih tidak terkesan kaku. Makanya, saya betah membaca artikel konten PopBela sebanyak-banyaknya saat waktu luang.

3.Desain hurufnya enak dilihat.

Selain nggak terlalu besar atau terlalu kecil, bentuknya juga enak dipandang. Pokoknya, membaca artikel konten PopBela nggak perlu pake acara pusing, apalagi bila harus berlama-lama melototi layar ponsel atau laptop.

4.Banyak pilihan artikel konten yang mewakili berbagai tipe perempuan.

Jujur, saya bukan perempuan yang gemar membaca tips kecantikan. Selain cepat bosan, tidak semua tips kecantikan cocok diterapkan oleh semua perempuan. Ibaratnya, bila jenis kulit muka saya normal cenderung kering, pastinya saya nggak butuh kertas minyak dong, ya.

Salah satu fitur konten yang sering saya baca adalah ‘Rubrik Single’. Untungnya, isinya nggak melulu soal bagaimana mendapatkan pacar atau tips untuk terlihat lebih menarik di mata lawan jenis. Memangnya semua perempuan lajang selalu identik dengan kesepian, nggak bahagia, dan desperate ingin segera punya pacar?

Pada kenyataannya ya, nggak gitu-gitu amat, kok. Perempuan lajang juga tetap harus bahagia dan menikmati hidup. Masih ada keluarga, teman-teman, pekerjaan, hingga waktu luang lebih untuk menekuni hobi yang paling disukai.

PopBela banyak menyediakan artikel konten berisi tips pengembangan diri untuk para perempuan lajang. Beberapa artikel yang paling saya suka di sini termasuk “7 Ilustrasi Ini Tunjukkan Perempuan Berhak Diperlakukan Setara”, “7 Kegiatan Seru untuk Cewek Single di Malam Minggu”, dan masih banyak lagi.

Nah, udah terbukti banget ‘kan, kenapa semua perempuan Indonesia harus baca PopBela? Eh, tapi masih ada satu lagi deh, alasan media digital ini benar-benar sahabat yang baik bagi perempuan Indonesia.

5.Ada tujuh (7) pilar yang menjadi panduan isi PopBela.

Ketujuh (7) pilar tersebut adalah:

  • Kesetaraan gender.
  • Anti pelecehan seksual.
  • Anti perundungan /
  • Anti
  • Persatuan di antara perbedaan ras dan etnis.
  • Persatuan di antara perbedaan agama.
  • Redefinisi kecantikan.

Tuh, keren-keren banget ‘kan, pilarnya? Makanya, PopBela memang pas banget jadi bacaan ringan namun tetap menginspirasi bagi perempuan Indonesia. Terutama sih, bagi perempuan Indonesia yang peduli dengan Bhinneka Tunggal Ika, kesetaraan gender, hingga menghargai perbedaan – terutama untuk definisi kecantikan. Pastinya, semua perempuan di dunia ini cantik dengan versi masing-masing.

Itulah misi yang dibawakan oleh media digital bernama PopBela.

R.

 

“SAKIT? CEK DULU DI DOKTERBABE.COM”

“SAKIT? CEK DULU DI DOKTERBABE.COM”

Tinggal di kosan seorang diri sembari bekerja memang seru. Rasanya hidup jadi lebih mandiri, meski bukan berarti bebas banget juga, ya. Yang pasti, saya juga jadi belajar lebih bertanggung jawab sama diri sendiri, terutama dalam hal kesehatan tubuh.

Meskipun keluarga masih tinggal di kota yang sama, ada rasa enggan untuk selalu merepotkan mereka. Misalnya, selain nggak mau kembali jadi anak manja, rasanya percuma juga keluar dari rumah. Apalagi, seharusnya Mama yang diurus, bukan Mama yang masih mengurus anak-anaknya.

Meskipun termasuk agak ringkih karena gampang kena migren saat kelelahan, saya paling malas langsung ke dokter. Selain mahal, ada kalanya saya suka parno sendiri dengan diagnosis dokter.

Namun, berhubung bukan dokter, saya nggak mau sok tahu. Salah-salah, bukannya cepat sembuh, malah tambah parah. Bila kebetulan saya sudah pernah menderita migren dan tahu cara mengobatinya, saya cukup banyak minum air putih, istirahat yang cukup, dan tidak mengonsumsi makanan ber-MSG. Selain itu, saya juga suka baca-baca artikel kesehatan online seperti 5 Penyakit di Balik Sakit Kepala Belakang.

Tapi kalau sakitnya nggak kunjung reda, barulah saya beneran ke dokter. Minimal saya baca-baca dulu artikel kesehatan online untuk mencari diagnosis gejala yang mirip. Kalau pun ternyata tebakan saya salah, yang penting sudah lebih waspada dari awal – sekaligus menambah pengetahuan tentang kesehatan.

Nah, untung aja sekarang udah ada blog DokterBabe.com . Saya yang tadinya nggak gitu peduli sama kesehatan tubuh jadi lebih aware, meski tanpa harus jadi parno. Misalnya: bila gusi bengkak, dicari dulu kira-kira penyebabnya. Bila ternyata memang harus ada geraham bungsu yang dicabut, barulah saya ke dokter gigi.

Memang, DokterBabe bisa dibilang pertolongan pertama terkait pengetahuan tentang kesehatan. Berbagai tips kesehatan, mulai dari menu diet hingga cara mengobati diri sendiri, dijamin aman untuk diikuti. Selain itu, kita jadi lebih aware sama kesehatan tubuh kita. Mau langsung konsultasi sama DokterBabe? Bisa juga. Gratis lagi.

Sakit? Yuk, cari penyebabnya dulu di DokterBabe.com . Apalagi, desain yang berwarna-warni ceria dan nggak terlalu kaku bikin blog portal ini makin enak dibaca.

[BLOG COMPETITION]: “ASUS AMD – Laptop for Everyone”

[BLOG COMPETITION]: “ASUS AMD – Laptop for Everyone”

Meskipun masih berfungsi, akhir-akhir ini saya lagi khawatir banget sama laptop lama saya. Kenapa? Kadang terlalu lama menggunakannya, laptop lama-lama suka panas. Nggak hanya itu, kadang suka keluar bunyi aneh dari perangkat keras (hard drive) –nya.

Oh, ya. Sebelumnya kenalkan dulu. Nama saya Ruby dan bekerja sebagai pengajar Bahasa Inggris untuk kelas online, penulis konten lepas, dan penerjemah lepas. Ada kalanya saya juga nyambi jadi seorang copywriter. Mencari inspirasi di medsos sudah jadi kerjaan sehari-hari.

Nah, bisa dibayangin deh, seberapa sering saya harus pakai laptop. Belum lagi pas ngobrol-ngobrol di chatroom, entah pake voice chat atau video chat. Pastinya butuh waktu yang nggak sebentar, apalagi kalo sama klien. Hehe. Saya juga suka nulis blog (makanya ini blog saya).

Nah, berhubung ada kekhawatiran laptop ini ‘kecapekan’ lagi (sampai sempat harus direparasi dua kali), saya mutusin buat berburu laptop baru lagi. Namun, apa daya, budget belum tersedia. Jadilah saya mencoba peruntungan saya dengan lomba menulis blog untuk ASUS AMD – Laptop for Everyone.

Karena pekerjaan saya lebih banyak melibatkan tulis-menulis dan berinteraksi lewat chat platform, pilihan saya jatuh pada ASUS X555QA. Laptop seri ASUS X yang baru rilis tanggal 16 Desember 2017 kemarin ini nggak cuma terjangkau, namun performanya oke banget dan sesuai kebutuhan.

Desain ASUS X555QA

Dari segi desain, ASUS X555QA sih nggak terlalu aneh-aneh. Biasa aja. Karena lebih peduli fungsi, saya nggak masalah. Laptop ini kelihatan kokoh (meski jika mendapatkannya, saya nggak akan membantingnya untuk ngetes. Hahaha, gila apa?)

Meskipun kelihatannya gede dan cukup padat, ternyata ASUS X555QA nggak seberat tampak luarnya. Layarnya sih, 15.6 inci. Dimensinya 328 x 256 x 25.8 mm, tapi beratnya cuma…2,3 kg. Serius. Terus, papan ketiknya (keyboard) juga ada numpad di bagian kanan.

Fitur ASUS X555QA

Jujur, ada kalanya saat lagi kerja, kebosanan melanda. Jadinya, kadang saya nulis sambil dengerin musik, entah lewat playlist di laptop (yang isinya nggak seberapa), YouTube, SoundCloud, hingga baru-baru ini Spotify. Kalo acara TV lagi nggak asyik, saya lebih milih nonton film-film pendek di YouTube.

Makanya, resolusi layar 1366 x 768 pas banget buat kebutuhan saya. Warna-warna gambar yang dihasilkan cerah, tapi tanpa harus menyakitkan mata. Pokoknya nggak kelewat gelap maupun bikin silau. Terus, masih ada 1 port USB 2.0, satu lagi yang 3.0, hingga optical disk drive untuk super multi DVD.

Apa sih, ribetnya kalo punya lebih dari satu pekerjaan? Yap, file yang menggunung dan kadang suka bikin laptop crash. Udah dua kali hal ini terjadi sama laptop saya, makanya saya usaha mendapatkan laptop baru. Bisa nangis nanti kalo file kerjaan penting pada hilang semua.

Nah, laptop ASUS X555QA ini punya kapasitas RAM sebesar 4 GB dan 8 GB. Penyimpanannya sendiri berkapasitas 1 TB dengan perangkat HDD. Jadi, saya bisa simpan semua lesson plan, draf tulisan, hingga urusan terjemahan di dalam laptop sekaligus. Oh, ya. Sama playlist lagu-lagu favorit saya juga ada.

Kebetulan, saya bukan seorang online gamer. Memang kadang sesekali saya suka main online game, terutama untuk mengusir jenuh sejenak selama jam kerja. Namun, saya nggak akan lantas bela-belain save semua online game yang saya suka di laptop saya. Bisa nggak kuat dan crash lagi nanti.

Hmm, berhubung saya lebih sering menggunakan laptop di kamar kos, kantor, dan kadang-kadang kafe, daya tahan baterai yang kurang bagus mungkin masih bisa diakali. Yang penting sih, laptop ASUS X555QA bisa memenuhi kebutuhan saya sebagai pekerja fulltime sekaligus penulis dan penerjemah lepas.

Tentu saja, di luar semua pekerjaan saya yang bisa dibilang sudah banyak (sampai-sampai banyak teman yang bilang: “Elu gak ada capek-capeknya, apa?”), saya juga masih meluangkan waktu untuk menulis. Ya, entah itu puisi, fiksimini, cerpen, hingga artikel pendek.

Banyak keluarga, teman, dan kenalan lain yang juga tahu saya pernah menulis satu novel. Hmm, semoga dengan adanya ASUS X555QA, saya akan semakin semangat menciptakan karya-karya tulis berikutnya.

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD – Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

#MYBODYMYPRIDE: Ini Badanku. Kok Kalian yang Ribut?

#MyBodyMyPride: Ini Badanku. Kok Kalian yang Ribut?

Tumbuh sebagai sosok chubby, kriwil, dan pendek bukan perkara mudah. Apalagi, kakak perempuanku termasuk yang dianggap cantik gara-gara dia tinggi, langsing, dan berambut lurus serta panjang. Gara-gara fisik kami begitu berbeda, mulai deh, berbagai celaan keluar untukku. Dari yang masih bisa dicuekin hingga yang bikin bete plus sakit hati, ada semua.

Mereka cukup tega lho, membanding-bandingkan aku dan kakak secara terang-terangan. Menurut mereka, kakakku lebih cantik. Entah apa gunanya mereka ngomong gitu sama aku.

Akibatnya, sempat aku minder setengah mati dan enggan satu sekolah, kampus, maupun tempat kerja dengan kakakku sendiri. Memang jahat sih, kedengarannya. Habis, mulut mereka juga enggan diam, meski aku sebenarnya nggak suka cari masalah.

Lalu, bagaimana akhirnya aku menepis rasa minder itu, meski orang-orang bermulut usil dan jahat sayangnya akan selalu ada?

Pertama, aku masih punya banyak hal baik dalam hidupku. Pekerjaan bagus. Teman-teman baik dan suportif. Bersyukur sekali mereka bukan tipe yang berpikir dangkal dengan mempermasalahkan penampilanku. Mereka hanya rajin mengingatkanku agar jangan lupa menjaga kesehatan. Biasanya, yang hobi berkomentar jahat begini yang ogah aku jadikan teman:

“Gimana mo dapet cowok kalo nggak kurus-kurus?”

            Oke, saat menulis ini, aku memang masih single. Terus kenapa? Usaha menurunkan berat badan mah, untuk diri sendiri – bukan hanya menyenangkan orang lain. Aku malah seram kalau sampai jatuh cinta sama laki-laki yang hanya menilai perempuan dari fisik belaka.

Lagipula, ada juga kok, laki-laki yang suka model chubby kayak aku. Buktinya, salah seorang sahabat yang juga chubby sudah bersuamikan laki-laki yang baik sekali dan mereka sudah punya anak, lho. Aktor Iko Uwais juga termasuk suami yang baik, karena membela istrinya, Audy Item, saat dikatai gemuk sama netizen di media sosial.

Jadi, ngapain nakut-nakutin aku dengan ancaman ‘susah dapet jodoh karena badan gemuk’? Udah nggak zaman ah, mem-bully siapa pun dengan cara begitu. Lagipula, ada tiga (3) keuntungan yang kudapat karena gemuk, yaitu:

  1. Keponakan yang masih bayi cepat pulas saat kugendong.

Kata kakaknya yang juga masih kecil: “Habis Bibi empuk.” Hahaha.

  1. Jadi nggak cepat ‘gelap mata’ saat berbelanja pakaian.

Ya, habis mau gimana lagi? Nggak semua model cocok di aku juga.

  1. Nggak mudah diculik.

Haha, ini candaan yang sering kulontarkan setiap kali masih ada saja yang mengejek ekstra lemak di badanku. Ya, iyalah. Pasti penculik males juga ngangkut-ngangkut yang berat dan serba salah. Pas masih sadar, mereka bisa kena gampar. Pas dibius, yang mencoba mengangkat bisa tepar.

Nggak usah jauh-jauh menculik. Pas mau menceburkanku ke kolam renang dalam rangka ngerjain aku yang ultah, butuh enam orang laki-laki kuat untuk melakukannya. Hihihi…

Pada tahu Adele, Rebel Wilson, dan Melissa McCarthy, ‘kan? Mereka chubby namun berprestasi. Mereka juga cantik tanpa perlu menonjolkan kecantikan mereka. Bagiku, mereka adalah inspirasi. Meski demikian, aku masih kok, mau usaha menyehatkan badan. Cuma, aku merasa nggak perlu laporan ke siapa-siapa buat pembuktian.

Lagipula, ini badanku. Kok kalian yang ribut?

R.

(Tulisan ini juga disertakan untuk Lomba Menulis Vemale.com dengan Tema: #MyBodyMyPride)

 

“IPF 2016: Harapan Perekonomian Bagi Indonesia dari Usaha Mutiara?”

Blogger Reporter Indonesia

“IPF 2016: Harapan Perekonomian Bagi Indonesia dari Usaha Mutiara?”

Untuk keenam kalinya, Indonesian Pearl Festival atau IPF, kembali diadakan. Kali ini, acara pembukaannya diadakan di Gedung Mina Bahari 3, Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, pada pukul sepuluh pagi. Acara ini diawali dengan pemutaran film dokumenter mengenai penambangan mutiara dari laut, sebelum melalui proses penyaringan hingga menjadi mutiara yang kita kenal.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Ibu Susi Pudjiastuti. Dalam acara berikut, beliau menyampaikan banyak hal, termasuk mengajak partisipasi masyarakat dalam memajukan usaha mutiara dan perikanan, baik air tawar maupun laut.

Bagaimana tidak? Menurut data terakhir saja, sekitar 70 persen perdagangan mutiara berasal dari Indonesia. Mutiara yang berasal dari negeri kita disebut juga dengan nama “Indonesian South Sea Pearl” (ISSP), yang artinya: “Mutiara Laut Selatan Indonesia”. Sayangnya, stempel pada mutiara tersebut langsung berubah begitu dibawa ke luar negeri. Akibatnya sudah bisa ditebak: selain tidak terlacak, bisa saja mutiara tersebut dijual kembali di negara kita dengan harga yang sangat mahal. Lagi-lagi kita kecolongan.

Namun, seiring perkembangan zaman, dunia semakin lebih peduli. Tidak hanya yang kita makan, asal-muasal suatu produk juga harus mendapatkan perhatian. Misalnya: orang akan enggan membeli ikan bila tahu ikan tersebut ditangkap dengan cara ilegal.

Begitu pula dengan mutiara. Masih menurut Ibu Susi, sudah saatnya bisnis perikanan dan mutiara lebih diekspos lagi agar lebih menarik perhatian dan minat para pembeli. Jangan lagi ada cara birokrat dalam bisnis perikanan dan mutiara yang justru malah menjadi penghambat kemajuan.

Dengan sosialisasi yang tepat dan keterlibatan penuh masyarakat dan pemerintah, maka usaha perikanan dan mutiara di Indonesia akan mengundang ketertarikan dunia, namun tanpa lagi ada acara kecolongan seperti yang sudah-sudah.

Akankah usaha mutiara dan perikanan di Indonesia menjadi harapan baru bagi perekonomian di negeri kita? Jangan hanya berharap dan menunggu hasilnya. Saatnya kita ikut terlibat secara penuh untuk memajukan bisnis ini, terutama karena negara kita adalah negara bahari.