Tentang Pilihan dan Perbandingan

Hidup ini penuh pilihan. Bahkan, saat merasa tidak punya pilihan pun,sebenarnya kita masih bisa punya pilihan sendiri. Tidak memilih pun sebenarnya juga sebuah pilihan.

Hehe, jangan bingung begitu, ah.

Ada beberapa pilihan hidup yang memang harus diceritakan. Apalagi bila pilihan itu tidak hanya akan mempengaruhi diri sendiri, tapi juga orang-orang terdekat.

Tapi, ada juga pilihan yang tidak perlu dilaporkan ke semua orang – dan bahkan ke siapa pun. Bukannya takut, ya. Tapi, untuk apa juga, sih?

Setiap pilihan pasti ada perbandingan. Ada juga pilihan yang akan membuat kita dibanding-bandingkan dengan orang lain. Ada yang menuai pujian, ada juga yang membuat kita dipandang sedemikian rendah.

Yang pasti, semua menginginkan pilihan terbaik untuk diri masing-masing maupun orang-orang terdekat. Sayangnya, ada kalanya kita tidak bisa menyenangkan semua pihak. Yang baik menurut kita belum tentu demikian bagi orang lain, begitu pula sebaliknya. Akan ada yang kecewa, namun itulah hidup. Wajar saja.

Ada juga yang menerima dan bahkan mendukung pilihan Anda. Mungkin mereka sepaham dan punya kebutuhan yang sama. Mungkin juga, mereka mengerti betapa berartinya pilihan itu bagi Anda. Tidak perlu selalu harus sepakat dalam segala hal kok, untuk akur. Tapi, itu bila semua pihak sama-sama mau mencoba saling memahami, ya.

Anda juga bisa memilih untuk bercerita atau diam saja mengenai pilihan hidup Anda. Kadang, demi menghindari perdebatan yang tidak perlu dan melelahkan, diam itu lebih baik. Ini bagi mereka yang memilih untuk menghindari drama buatan sesama.

Apalagi bila sudah main perbandingan dan caranya tidak adil pula. Manusia kadang memang suka lucu. Katanya mengakui perbedaan, tapi diam-diam (atau malah terang-terangan) berharap semua bisa sama seperti maunya mereka.

Yang paling parah, ada yang caranya pakai memaksa lagi. Kalau nggak mengejek, menyindir, ya mengancam-ancam. Mending jauh-jauh saja deh, sama orang-orang yang seperti ini.

Jadi, apa pilihan hidup Anda saat ini? Seperti biasa, boleh cerita atau enggak lho, ya. Saya mah, bebas.

R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *