Ellipsism

Foto: Senja

Jika usia hanyalah angka,

mengapa semakin pendek waktu kita?

Alam raya tak lagi seluas

yang dulu kita rasa.

Sebelum digit bertambah,

hidup seakan memberi lebih pada kita

hingga bermewah-mewah      

meski barang semenit saja.

Sesudahnya,

waktu mulai mengambil kembali

semua yang kita kira        

akan selamanya di sini.

Tahu-tahu,

kita tertinggal dengan cemas

soal kemungkinan akan masih bernapas

untuk melihat esok tiba.

R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *