Diva

Tak perlu selalu begitu

bergaun rancangan ternama.

Semua tercermin dari perilaku

ingin dikagumi sesama

sekarang dan selalu.

Dia lupa akan waktu

dan mungkin segala sesuatu.

Tiada yang abadi.

Suatu saat nanti,

panggung itu akan sepi.

Penonton pergi.

Tinggal dia sendiri

tampil di depan barisan kursi

enggan berpisah dengan memori

sosok dirinya yang (pernah) dipuja-puji…

Ah, Diva…

Bukalah mata…

Kau bukan segalanya…

R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *