Puisi Semalam Tentang Rindu

Harusnya aku pujangga.
Saat melihatmu,
tak jua aku mulai berkata.
Cinta gagal terucap,
menguap entah kemana.

Aku tak pernah ingin memulainya.
Rindu itu telah ada
sejak kamu di depanku;
rindu yang sangat ingin kubunuh!

 Senyummu tak hanya membuka mata.
Hati ini mulai berontak terhadap realita.
Kau telah lama jadi miliknya.
Apa daya?

Rindu ini mulai meruang hampa.
Aku ingin rindu ini mati.
Saatnya membuang sosokmu dari benak ini.
Saatnya berpaling dan pergi.

R.
(Jakarta, 8 Januari 2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *