Categories
#catatan-harian #menulis

“MALAM PUISI JAKARTA: Tentang Negeri yang Butuh Puisi”

“MALAM PUISI JAKARTA: Tentang Negeri yang Butuh Puisi”

Apa yang tengah dibutuhkan negeri ini akhir-akhir ini? Di media sosial, mungkin sudah banyak yang berspekulasi. Mungkin ada juga yang memutuskan untuk tetap nyinyir setengah mati. Ada yang hidup dengan apatisme tingkat tinggi, namun yang optimis juga masih banyak sekali.

Namun, sesekali luangkanlah waktu di malam Minggu. Lebih tepatnya, di Kaffeine Kline, Warung Buncit, Jakarta Selatan. Di sanalah Malam Puisi Jakarta selalu berkumpul. Kami bercengkerama, bergantian membacakan puisi atau sajak suka-suka. Mengapa suka-suka? Bisa milik sendiri, bisa karya pujangga yang sudah punya nama.

Bisa juga, karya dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, maupun Bahasa Daerah atau Bahasa Asing lainnya. (Tentu saja, kecuali Bahasa Indonesia dan Inggris, mohon dibantu dari segi penerjemahannya, ya.) Yang penting, sama-sama bebas berekspresi dengan puisi.

Seperti yang kami lakukan pada hari Sabtu (7 September 2019) kemarin di sana. Dimulai sekitar pukul delapan malam, Malam Puisi Jakarta diawali dengan perkenalan dan pembacaan puisi oleh moderator malam itu, Al Muhtadi. Kemudian dilanjutkan dengan Rara Iswahyudi yang juga penggerak Malam Puisi Depok.

Sesudahnya, suasana mulai menghangat. Ada Budi Winawan yang berpuisi tentang pola, Mas Wahyu yang berpuisi tentang perjuangan lewat aroma semerbak kopi Sumatra. Tak ketinggalan Jeje, Melda, dan Lily yang rajin mengisi panggung Malam Puisi. Pokoknya, semakin banyak yang bersemangat untuk tampil berekspresi.

Ada juga Fahdiar yang membacakan puisi sesuai tema malam itu, “Negeri Ini Butuh Puisi”. Mas Dimas membacakan salah satu puisi karya Gus Mus, “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana?” Sarita juga membacakan puisi karya sendiri tentang kota yang sebentar lagi tidak istimewa. (Tahu ‘kan, yang mana?)

Namun, malam itu Malam Puisi Jakarta kedatangan tamu istimewa. Nenek Siti Hajar yang berusia 70 tahun tidak mau kalah sama yang muda-muda. Dengan semangat membara, beliau membacakan puisi untuk Presiden Joko Widodo. Waaah, keren banget, deh! Sayang buat kalian yang ketinggalan.

Tapi, jangan khawatir, kok. Malam Puisi Jakarta masih akan ada setiap bulan, di tempat yang sama. Tunggu saja jadwal berikutnya. Cek terus kami di Twitter atau Instagram.

Sampai jumpa bulan depan. Teruslah warnai negeri dengan indahnya puisi. Sayang sekali kalau damai di hati rusak oleh benci dan caci-maki.

R.

Categories
#catatan-harian #menulis #puisi

Bising

Bising

Ada bising yang tak terkendali

Suara mesin, lalu lintas, hingga tangisan bayi

Cukup kita yang menahan diri

hingga suasana tidak makin ramai.

Ada bising yang mungkin disukai

Suara party, konser musik terkini,

hingga pikiran diri sendiri

Selamat menikmati

meskipun yang lain belum tentu sehati

Ada bising yang tak tertahankan lagi

Ejekan para bully, tukang keluh tanpa henti

yang maunya selalu dimengerti

Ingin mereka pergi?

Banyak cara membuat mereka diam

Dari yang ringan

sampai yang kejam

Bijaklah saat menentukan pilihan…

Semoga tidak bising lagi

Semoga ada kedamaian sunyi

meski sesaat di hati…

R.

Categories
#catatan-harian #menulis #tips

3 Tips Hadapi Pelaku Bodyshaming di Kantor

3 Tips Hadapi Pelaku Bodyshaming di Kantor

Sudah lama sekali saya merasa muak. Ya, saya sudah muak sekali dengan kebiasaan orang Indonesia yang satu ini: kalau basa-basi atau bercanda, bawaannya usil mengomentari fisik. Memang sih, nggak semua orang Indonesia kayak begini. (Please, nggak perlu juga mengingatkan saya dengan tagar #notallIndonesians. Kayak apaan aja, gitu.)

Sayangnya, yang model begini sudah banyak, paling kelihatan, dan berisik pula. Mendadak rasanya kayak balik ke zaman sekolah, padahal sudah sama-sama dewasa. Nggak lucu banget, ‘kan? Apalagi, mereka hobi banget asal mangap, lalu pakai alasan klasik sejagat:

“Cuma bercanda.”

Meskipun beralasan demikian, sebenarnya kita berhak kok, merasa tersinggung dengan ucapan mereka. Namun, biasanya mereka akan berusaha membela diri dengan menyebut kita baperan. Biasa banget, ‘kan?

Tenang, banyak cara untuk membungkam mereka, tanpa perlu memaki-maki. Tapi, saat ini saya baru kepikiran tiga (3) berdasarkan pengalaman sendiri, yaitu:

  • Tantang saja mereka dengan makan seperti biasa.

Sebenarnya, rekan kerja semcam ini hanya caper (cari perhatian), biar dianggap ada. Sayang, caranya nggak banget. Contoh: pas acara makan-makan di kantor. Rekan kerja lelaki ini menghampiri saya yang baru saja hendak menyuapkan sesuatu ke dalam mulut. Komentarnya:

“Cewek makannya nggak boleh banyak-banyak.”

Yang saya lakukan hanya ini:

Saya: “Oh, ya? Kata siapa?”

Dia: “Kata gue.”

Saya: “Oh, gitu yah?”

Lalu…saya tetap menyantap makanan seperti biasa dan tidak mempedulikan mereka. Kalau masih berisik juga, tinggal sumpal telinga sendiri dengan headset. Masih lebih mending dengerin musik metal ketimbang suara mereka. Ya, nggak?

  • Balas dengan elegan.

Kayak anak kecil banget, yah? Tapi, mau gimana lagi? Nggak semua orang se-dewasa yang mereka kira.

Mungkin mereka pikir mereka lucu. Misalnya: Anda lagi enak-enak makan kerupuk. Sebungkus nggak mungkin habis untuk sendirilah. Anda sudah halo-halo ke satu ruangan, mengizinkan mereka untuk datang dan tinggal ambil kerupuknya juga kalau pada mau.

Ehh…ujug-ujug mahluk yang satu ini menghampiri, lalu mulai bertanya-tanya soal kapan terakhir kali saya olahraga. (Memangnya kenapa saya harus menjelaskan soal itu sama dia?) Mulai dari nanya-nanyain jenis olahraga, frekuensi berolahraga, sampai menasihati mengenai yang boleh dan tidak boleh saya makan. Astaga, memangnya saya anak kecil, yah?

Buntutnya, orang ini malah mau minta kerupuknya. Konyol banget, ‘kan? Kenapa nggak dari awal aja ngomong baik-baik, ketimbang acara nyindir berat badan segala? Itulah yang kemudian saya katakan langsung padanya:

“Kalo mau minta, ya tinggal minta aja. Nggak usah pake basa-basi soal berat badan segala!”

Kalau orang macam ini kesal dengan respon seperti itu, biar saja. Siapa juga yang cari gara-gara duluan?

  • Diamkan saja – atau beri tatapan dingin nan tajam.

Kadang cara ini jauh lebih efektif daripada sekadar marah-marah. Saat mereka mulai iseng mencari gara-gara dengan Anda, pura-pura saja tidak dengar. Anggaplah mereka tidak beda dengan anak kecil yang sedang mencari perhatian gara-gara bosan.

Kalau mereka masih juga berisik, cukup pelototi mereka. Bahkan, kalau sudah kelewatan, bilang saja begini: “Mending ngebahas pekerjaan deh, daripada berat badan gue yang sama sekali nggak ada hubungannya!”

Memang sayang, nggak semua orang bisa benar-benar bersikap dewasa. Tapi, Anda juga nggak perlu ikut-ikutan mereka dengan bersikap kekanak-kanakan. Justru, cukup tunjukkan Anda bisa tetap elegan. Bodo amat dibilang galak.

R.

Categories
#catatan-harian #menulis #puisi

Ramai

Ramai

Taman digital

Banyak pameran

Dari yang penting sampai remeh

Namun yang terakhir yang paling diperhatikan

Dari yang genting hingga receh

Banyak yang getir, hingga tumpahkan

1001 makian

Eh, mungkin lebih kali, ya?

Taman digital

Tempat orang suka-suka

Dari mahluk sosial hingga yang sok sial

Kamu yang mana?

Bila lelah,

apalagi sampai muak luar biasa,

keluarlah.

Toh, taman digital juga tak ke mana…

R.

Categories
#catatan-harian #menulis

Botika: Chatbot untuk Customer Service

Botika: Chatbot untuk Customer Service

Saya pernah membaca sebuah artikel online tentang hal ini. (Sayang, saya lupa judul maupun tautan artikel tersebut.) Singkat cerita, salah satu kampus online di Amerika Serikat mempunyai seorang pegawai customer service andalan bernama Jill (atau Tracy, ya? Ah, saya lupa. Maaf, ya.) Jill menjawab semua pertanyaan yang masuk di kolom online dengan sigap.

Saking ramah dan sigapnya, sampai banyak yang terkecoh. Para mahasiswa (dan mungkin juga orang tua mahasiswa) sama sekali tidak menyangka bahwa sebenarnya mereka tengah berbicara dengan chatbot, alih-alih orang sungguhan.

Sekilas Tentang Chatbot

Fitur ini sudah mulai banyak digunakan berbagai perusahaan, terutama yang berbasis teknologi digital. Chatbot adalah tokoh atau karakter virtual yang dibuat menyerupai manusia semirip mungkin, dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence.) Bot sendiri juga singkatan dari internet robot.

Bagaimana cara membuat chatbot terdengar mirip dengan manusia sungguhan dan dapat menjawab pertanyaan dengan tepat sekaligus natural? Semuanya ada pada kata kunci (keyword). Lewat sistem pengoperasian yang membantu mendeteksi jawaban yang sesuai keyword yang diprogram, chatbot dapat menjawab pertanyaan dan terdengar seperti manusia normal yang mengobrol dengan Anda.

Nah, untuk mendukung chatbot agar dapat menjawab dengan cepat dan tepat, ada aplikasi pendukung lain. Ada yang namanya Machine Learning, Deep Learning, hingga NLP atau Natural Language Processing.

Lalu, bagaimana dengan masa depan dari customer service berbasis manusia?

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Chatbot untuk Customer Service

Sekilas, ide menggunakan karakter virtual berupa AI terdengar fantastis. Apalagi, tenaga manusia ada batasnya. Mustahil memaksa mereka untuk terus online selama 24 jam nonstop. Yang ada mereka malah kelelahan.

Inilah tiga (3) kelebihan menggunakan chatbot untuk customer service:

  1. Bisa stand-by 24 jam.

Nah, ini yang paling penting. Apalagi, era digital menaikkan ekspektasi pelanggan pada perusahaan. Harapan mereka, harusnya bagian customer service bisa melayani mereka kapan saja secara online. Padahal, manusia punya keterbatasan. Tidak hanya dari segi jam kerja, tapi juga rentan mengalami kelelahan mental.

  • Lebih cepat berinteraksi dengan pelanggan.

Jawaban dari chatbot biasanya langsung ringkas, jelas, dan tanpa bertele-tele. Makanya, pelanggan yang membutuhkan kepastian cepat senang dengan respon seperti ini.

  • Memangkas anggaran untuk menggaji SDM dan lebih efisien.

Untuk slot 24 jam, setidaknya perusahaan harus menggaji minimal tiga hingga empat orang untuk posisi online customer service. Sudah begitu, bisa jadi mereka kurang bisa bekerja dengan maksimal saat sakit atau ada masalah lain. Ini berbeda dengan penggunaan chatbot yang lebih efisien. Pekerjaan lancar, semua tanya terjawab, dan minim drama. Beda sama manusia.

Namun, penggunaan chatbot ternyata juga ada kekurangannya, lho. Dua (2) kekurangannya adalah:

  1. Mematikan bisnis customer service berbasis manusia.

Lalu, bagaimana dengan masa depan dari customer service berbasis manusia? Banyak yang khawatir dengan hal ini. Dengan efisiensi chatbot, bisnis customer service berbasis manusia akan terancam mati. Apalagi, pelanggan yang ingin jawaban cepat kadang lupa bahwa petugas customer service yang mereka hadapi juga bisa lelah dan tidak selalu sigap menjawab.

Namun, benarkah selalu demikian?

  • Tidak semua keluhan dapat dijawab.

Tidak hanya berbagai pertanyaan terkait perusahaan, keluhan pelanggan juga wajib ditangani oleh customer service. Sayangnya, keluhan yang pasti beragam belum tentu dapat ditangani lewat chatbot saja.

Peran Botika dalam Customer Service Berbasis Digital

Lalu, di mana peran Botika dalam customer service berbasis digital? Produk Botika yang mudah digunakan, hemat biaya, hingga membantu merespon pelanggan lebih cepat merupakan keuntungan bagi perusahaan mana pun. Bahkan, secara otomatis chatbot merekam semua interaksi dengan pelanggan atau customer engagement. Semua yang direkam ini kemudian dapat dijadikan data analysis.

Meskipun lebih efisien daripada tenaga manusia, sebenarnya perusahaan tidak perlu selalu menggunakan chatbot secara total. Misalnya: chatbot hanya diaktifkan di luar jam kerja (9-to-5), sementara saat jam kerja masih menggunakan tenaga manusia di bagian customer service.

Jadi, sesungguhnya tidak perlu terlalu khawatir akan nasib customer service berbasis manusia. Semua bisa diatur secara beriringan bila mau. Seharusnya teknologi hadir untuk mendukung, tanpa harus secara total menggantikan fungsi manusia itu sendiri.

R.

Categories
#catatan-harian #menulis #puisi

Belum Berakhir

Belum Berakhir

Perjuanganmu belum berakhir, kawan.

Aku tahu, kau lelah dan muak.

Masih banyak yang harus kau lawan:

Mimpi buruk dan ketidakpastian.

Hantu masa lalu yang masih mengerikan.

Mereka yang tidak pedulian.

Perasaan terlantar, tak berdaya,

hingga ingin menyerah,

namun kutahu kau tak mudah kalah

meski wajar bila ingin marah.

Perjuanganmu belum berakhir,

meski merasa makin tersingkir

oleh realita yang membuat getir.

Jangan berhenti.

Percayalah Kasih Ilahi.

Berkat-Nya,

kau masih di sini,

berjuang dengan berani

melawan ketidakadilan ini.

Sesungguhnya,

kau adalah inspirasi.

R.

Categories
#catatan-harian #lomba #menulis

VivoBook Ultra A412DA: Pagi Buat Ngantor, Malam Buat Gaming

VivoBook Ultra A412DA: Pagi Buat Ngantor, Malam Buat Gaming

Sebagai blogger, rasanya sudah tidak mungkin hidup tanpa laptop, ya. Meskipun kini sudah ada yang namanya ponsel pintar atau tablet, rasanya tetap lebih nyaman bikin blog pakai laptop. Selain kapasitas lebih besar, spec-nya juga lebih mumpuni daripada ponsel maupun tablet. Intinya, laptop adalah senjata andalan para pekerja digital.

Salah satu laptop andalan pekerja digital adalah ASUS. Sekarang, ASUS sudah punya tipe VivoBook paling ringkas, lho. Namanya VivoBook Ultra A412DA. Pekerja digital yang lagi berburu laptop baru, laptop ASUS ini boleh dicek dulu, deh. Tampilannya yang berwarna-warni alias colourful dan juga stylish pasti bikin kalian tertarik, deh.

Sebgai blogger yang juga mobile, pastinya saya juga ingin laptop yang ringan dan ringkas untuk dibawa ke mana-mana. Meskipun bukan termasuk travel blogger, ‘kan ada kalanya saya harus bekerja dan berpindah-pindah tempat. Selain sebagai pekerja purnawaktu di sebuah perusahaan media, saya juga berkerja sebagai freelancer.

Foto: https://channel.asus.com/ExternalFile.aspx?path=a011bfa3e181490aa60f1419c70367ab

Sekilas Tentang ASUS VivoBook Ultra A412DA

Jujur, kadang rasanya agak berat membawa laptop jadul yang masih tebal. Meskipun ranselnya berbahan kuat, ada kalanya punggung terasa pegal. Apalagi kalau laptopnya diletakkan di dalam tas selempang (itu tuh, yang model postman’s bag) dan bahkan tas jinjing. Kalau tas selempang alamat bikin bahu pegal, tas jinjing bikin tangan kebas.

Hmm, enaknya gimana, yah?

VivoBook Ultra A412DA menjawab semua masalah di atas. Berhubung lebih tipis, ringan, dan ringkas, nggak ada lagi cerita pegal-pegal hingga jari tangan kebas. Mau ditaruh di dalam ransel, tas selempang, atau tas jinjing, sama saja. Berat tak usah dipikul, ringan tinggal jinjing sendiri, hehehe… (Joke-nya maksa, yah?)

Gimana nggak ringan, wong layarnya juga tipis banget, hanya 14 inci. Beratnya pun hanya 1,5 kg. Terus, fitur Windows 10-nya punya fitur keamanan bernama Windows Hello. Fitur ini punya tiga (3) varian warna, yaitu:

  • Transparent silver.
  • Slate grey.
  • Peacock blue.

Nggak heran ‘kan, kalo VivoBook A412DA ini disebut juga sebagai “The World’s Smallest, 14-Inch Colourful Notebook”?

Foto: https://channel.asus.com/ExternalFile.aspx?path=a011bfa3e181490aa60f1419c70367ab

Yang Butuh ASUS VivoBook Ultra A412DA

Pastinya saya dong, hehehe. ‘Kan sudah saya bilang dari awal. Tapi, selain pekerja digital seperti saya, banyak yang butuh laptop keren dan ringkas seperti ini, misalnya:

  • Mahasiswa yang nggak hanya buat ngerjain tugas, cari bahan kuliah online, sampai gaming juga.
  • Travel blogger (pastinya, berhubung termasuk bagian dari pekerja digital).
  • Ortu yang rela mendapatkan laptop ini untuk kebutuhan sekolah anak mereka.

Anda masuk kategori mana?

Kekuatan ASUS VivoBook Ultra A412DA

Apa lagi sih, yang bikin laptop keluaran ASUS ini layak buat diperjuangkan? Kekuatannya ada pada prosesor AMD Ryzen Mobile Second Generation. Dengan prosesor ini, mau kamu lagi ngerjain tugas atau santai sambil gaming, VivoBook ini tangguh banget. Performanya terbukti 48 persen lebih gesit daripada laptop lain yang berumur tiga tahun lebih tua.

Adanya fitur power-saving pada AMD SenseMI membuat penggunaan baterai laptop ini lebih efisien. Tidak boros dan bisa digunakan lebih lama tanpa harus mengandalkan kabel ke colokan listrik terdekat. Kerja jadi lebih anteng, apalagi saat gaming.

Ngomong-ngomong soal gaming, pada suka online game apa, sih? DOTA 2, League of Legends, CS:GO, atau yang lain? Saya sih, bukan seorang gamer. Tapi kalau nggak mau terlalu ribeut punya dua laptop (satu untuk ngantor/kuliah dan satu untuk hobi), mendingan pakai ASUS VivoBook Ultra A412DA saja.

R.

Categories
#catatan-harian #menulis #puisi

Corong di Kepala, Jari-jemari Berkelana

Corong di Kepala, Jari-jemari Berkelana

Tolong copot corong itu dari kepala.

Terlalu bising suara.

Lumpuhkan jari-jemari

agar tak kelewat liar berkelana.

Aku?

Tak ada waktu,

tapi sudah tahu

bila sesuatu buntu…

R.

Categories
#catatan-harian #lomba #menulis

Tawaran Sequis Life Mengenai Pentingnya Asuransi Jiwa untuk Perlindungan Masa Depan

Tawaran Sequis Life Mengenai Pentingnya Asuransi Jiwa untuk Perlindungan Masa Depan

Apa yang ada di benak Anda saat mendengar kata ‘asuransi jiwa’? Dulu, seorang kawan lama pernah menganggapnya biasa saja. Katanya, optimis saja. Kalau memang nanti ternyata sudah saatnya mati, ya sudah. Tidak perlu memikirkan apa-apa lagi. Lagipula, tabungan asuransi belum tentu bisa diambil dengan sesuka hati kalau ada situasi darurat.

2 Peristiwa yang Mengubah Pandangan Saya Tentang Asuransi:

Terlepas dari anggapan kawan lama yang tampaknya lebih banyak tidak peduli, saya tidak setuju. Saya justru punya pengalaman bagus mengenai asuransi. Dari dua pengalaman inilah, saya semakin merasakan pentingnya asuransi jiwa untuk perlindungan masa depan:

  1. Sewaktu ayah sakit.

Saya kurang ingat persisnya seperti apa. Yang saya ingat hanya cerita ibu kalau saat almarhum ayah dulu terserang stroke untuk pertama kalinya, simpanan asuransi membantu untuk biaya kesehatan. Selain itu, anak-anaknya juga sempat tertolong secara finansial dari limpahan asuransi beliau dulu.

  • Sewaktu saya sempat kehilangan pekerjaan.

Ada satu masa di mana saya pernah sempat kehilangan pekerjaan. Sembari mencari pekerjaan berikutnya, saya sempat meminta sedikit tabungan asuransi saya dicairkan. Untunglah, tabungan tersebut cukup menyokong saya selama dua bulan hidup sendirian, sebelum akhirnya saya mendapatkan pekerjaan baru lagi.

Sejak dua kejadian tersebut, saya memutuskan untuk lebih mempercayakan investasi saya pada asuransi. Bagi orang awam, asuransi biasanya lebih terfokus pada kesehatan, bahkan terkait kematian. Padahal, banyak hal yang bisa dipelajari dari dunia asuransi.

Sekilas Tentang Asuransi

Dilansir dari Jurnal Ekonomi, Dr. H. Hamzah Ya’cub dalam bukunya yang berjudul “Kode Etik Dagang Menurut Islam”, asuransi berasal dari insurance atau assurance – dua kata dalam bahasa Inggris yang berarti ‘jaminan’. Pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) juga menyebutkan bahwa asuransi adalah:

“Suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung dengan suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.”

Jenis-jenis Asuransi Secara Umum

Jenis-jenis asuransi secara umum adalah:

  1. Asuransi Jiwa.

Asuransi jenis ini memberikan keuntungan finansial pada yang tertanggung  atas kematian pengaju asuransi. Tergantung penyedia asuransi, ada yang baru bisa dibayarkan sesudah kematian atau menjadi dana menjelang kematian si pengaju asuransi.

  • Asuransi Kesehatan.

Asuransi jenis ini cukup dikenal di Indonesia. Produk asuransi ini menangani masalah  kesehatan pihak tertanggung karena suatu penyakit dan biaya proses perawatan yang dibutuhkan. Umumnya, yang ditanggung terkait dengan cacat, cedera, sakit, hingga kematian karena kecelakaan.

  • Asuransi Pendidikan.

Asuransi jenis ini banyak digunakan oleh orang tua, terutama yang menginginkan masa depan terbaik bagi anak. Nominal biaya pendidikan yang bisa di-cover lewat asuransi jenis ini berbeda-beda, tergantung tingkatan pendidikan.

Ketiga jenis asuransi di atas termasuk yang paling banyak digunakan. Masih banyak juga jenis-jenis asuransi lain, seperti: asuransi kendaraan, asuransi kepemilikan rumah dan properti,  asuransi bisnis, asuransi kredit, asuransi kelautan, dan asuransi perjalanan yang sangat membantu saat traveling.

Berhubung tidak semua orang punya kendaraan, rumah dan properti, atau bisnis, asuransi jiwa, kesehatan, dan pendidikan-lah yang paling banyak peminat. Asuransi perjalanan juga banyak dipakai mereka yang suka dan memang sering traveling, apalagi yang harus ke luar negeri dalam waktu lama. Tapi Anda yang hanya sesekali traveling sebenarnya tetap perlu juga, lho.

Tentang Asuransi di Sequis Life

Sequis Life (atau PT. Asuransi Jiwa Sequis Life) sudah berkontribusi dalam bidang asuransi di Indonesia sejak 1984. Jenis-jenis asuransi yang ditawarkan oleh Sequis Life termasuk:

  • Asuransi jiwa.
  • Asuransi pendidikan.
  • Perlindungan dengan investasi.
  • Dana pensiun.
  • Asuransi kesehatan dan rawat inap.
  • Proteksi penyakit kritis.
  • Proteksi kesehatan wanita.

Setiap orang bisa mendapatkan produk asuransi Sequis Life sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Mulai dari yang umum hingga yang paling spesifik, semua ada di Sequis Life. Praktis, Anda bisa menggunakan beragam produk asuransi Sequis Life yang pas dan lengkap untuk seluruh keluarga.

Asuransi Jiwa Sequis Life

Contohnya: asuransi jiwa Sequis. Dengan tagline “WHOLE LIFE”, Sequis Life menawarkan ragam produk asuransi yang cocok untuk diri sendiri maupun keluarga, seperti:

  1. Asuransi Life Plan 100.

Sesuai dengan namanya, produk asuransi ini punya masa pertanggungan hingga 100 tahun. (Memang tidak semua orang dapat hidup selama itu, tapi siapa tahu?) Selain bisa dikombinasikan dengan asuransi tambahan, banyak fasilitas tambahan yang juga bisa dimanfaatkan.

  • Q Smart Life.

Dengan usia masuk 1 hingga 50 tahun, produk asuransi ini juga punya masa pertanggungan hingga 100 tahun. Masa pembayaran premi bisa dipilih: mau yang per sepuluh tahun atau 20 tahun?

  • Financial Smart Life.

Untuk produk asuransi ini, masa pembayaran premi mulai dari sepuluh tahun – dengan uang pertanggungan hingga 250 juta rupiah. Preminya pun bisa murah, yaitu mulai dari Rp2.500 per hari.

  • Q Life Legacy.

Produk asuransi ini termasuk yang paling menguntungkan. Selain perlindungan jiwa hingga 100 tahun, Anda bisa mendapatkan premi tetap dan menentukan masa pembayaran sendiri. Manfaatnya bila Anda meninggal dunia adalah 100 persen. Jadi, keluarga yang Anda tinggalkan dapat terlindungi secara finansial berkat asuransi ini.

Fasilitas Baru Transaksi Asuransi Jiwa Sequis Life

Sejak 2016, Sequis Life sudah menyediakan dua (2) fasilitas baru untuk transaksi asuransi jiwa mereka, yaitu:

Sekarang memang sudah bukan zamannya lagi bawa-bawa duit segepok ke mana-mana, meskipun dalam rangka situasi darurat. Selain berbahaya, Anda jadi kerepotan sendiri menghitung ulang semuanya begitu sampai di tempat pembayaran.

Sequis Life sekarang sudah punya kartu cashless, lho. Dengan kartu asuransi khusus ini, Anda bisa langsung transaksi secara digital untuk biaya perawatan di RS. Dengan menunjukkan kartu ini saat mendaftar untuk perawatan di RS, Anda bisa langsung menikmati layanan berupa cashless health treatment.

Fasilitas e-claim resmi diluncurkan oleh Sequis Life pada 11 Januari 2016. Dengan fasilitas ini, Anda dapat mengajukan klaim asuransi secara digital, baik lewat email, WhatsApp, maupun LINE. Cukup kirim foto dokumen klaim melalui WhatsApp atau LINE dengan nomor (62-0821)10002929 atau eclaim@sequislife.com .

Tentu saja, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Selain pemegang polis atau agen pemegang polis, pihak lain harus mendapatkan izin pemegang polis untuk mengajukan e-claim. Jika eclaim diajukan sebelum pukul 14:00 WIB, maka Anda akan mendapatkan keputusan klaim pada hari itu juga.

Namun, jika diajukan di atas pukul 14:00 WIB atau saat hari libur, keputusan klaim baru akan keluar H+1 hari kerja berikutnya.

Banyak pilihan asuransi yang dapat diambil untuk kesejahteraan Anda. Sequis Life menawarkan ragam produk yang memadai dan menjanjikan.

R.

Categories
#catatan-harian #menulis

Sebelah Mata, Satu Telinga

Sebelah Mata, Satu Telinga

Hanya singkatnya gambaran

yang kau rasa perlukan.

Tak perlu cerita lengkap

atau kau akan tergagap.

Percaya untuk memilih

atau sebaliknya,

memilih untuk percaya?

Tak perlu sedih

akan terlalu banyaknya angkara.

Sebelah mata.

Satu telinga.

Percuma bicara

bila bantahan yang akan selalu ada

meskipun sulit diterima.

R.