Categories
#catatan-harian #menulis #puisi

Tersenyumlah

­Tersenyumlah,

saat cahaya berpendar

dari mata mereka yang bersinar,

meski diam-diam gemetar

menyembunyikan patahan hati dengan tegar.

 

Tersenyumlah,

saat mereka bertukar tatap dengan cinta.

Bukankah kau senang melihatnya bahagia?

Ini klise tapi nyata.

Tuhan memang ingin mereka bersama.

 

Tersenyumlah, sayang.

Saat ini, kau tak punya banyak pilihan.

Luka ini harus disembunyikan.

Suatu saat, akan ada yang datang

pengganti yang hilang

 

R.

(Jakarta, 31 Desember 2013)

 

Categories
#catatan-harian #menulis

Beda Pelakor Dengan Korban Lelaki Hidung Belang

Sesungguhnya saya teramat muak dan geram, karena lagi-lagi (harus) menulis tentang perselingkuhan. Namun, karena masih ada saja yang menumpahkan seluruh kesalahan perselingkuhan pada satu pihak saja – dalam hal ini si perempuan lain yang kerap langsung dicap sebagai ‘pelakor’  (perebut laki orang), baiknya saya kasih dua contoh berlawanan, deh. Biar apa? Nggak ada yang salah kaprah lagi meski gampang emosi.

Contoh ‘Pelakor’:

Ada yang udah pernah nonton film “The Greatest Showman”? Kalo belum, maaf ini jadi spoiler.

Penyanyi Swedia bernama Jenny Lind bersuara bening dan menarik minat P.T.Barnum, seorang pengusaha sirkus. Barnum menawarkan kerjasama dengan Lind. Keduanya sempat melakukan banyak tur bersama. Saat itu, Barnum sudah beristri dan punya dua anak perempuan yang selalu menunggunya di rumah.

Meskipun terinspirasi dari kisah nyata, dalam film ini, Jenny Lind digambarkan menaruh hati pada P.T. Barnum, meskipun sudah pernah dikenalkan pada istri dan anak-anaknya. Rupanya penyanyi ini menyalahartikan kedekatan mereka selama ini dan perhatian Barnum padanya.

Singkat cerita, Barnum menolak dan Lind pun sakit hati. Kerja sama mereka berakhir di tengah kontrak. Meskipun Barnum menolak rayuan Lind, intinya adalah Jenny Lind termasuk contoh jelas yang bisa kita sebut sebagai pelakor.

Lalu, bagaimana dengan perempuan-perempuan lain yang sebenarnya tukang selingkuh yang beneran minta di-dor?

Ngakunya Begini, Padahal Begitu

“Cowok kayak gini tuh, emang culas. Makanya jadi cewek jangan bego, gampang kemakan rayuan cowok. Harus pake otak!”

Jujur, saya sudah teramat muak dengan kebiasaan buruk masyarakat patriarki yang selalu lebih mudah nyalahin perempuan, tapi kelakuan bejad laki-laki dimaklumi saja. Bahkan, yang sering terjadi jauh lebih menyedihkan lagi. Mereka lebih suka mendengarkan salah satu pihak saja (dalam hal hal ini laki-laki hidung belang nan pengecut dan pendukung mereka) dan enggan mendengarkan pembelaan perempuan lain yang sudah tertipu dengan ulah mereka. Pokoknya, perempuan lain udah pasti fixed seorang pelakor. Habis perkara!

Contohnya udah kelewatan banget banyaknya. Mulai dari kekasih yang sok misterius (enggak mau dikenalin ke keluarga dan teman-teman si perempuan), hingga yang kelihatan baik di depan padahal diam-diam menelantarkan istri sebelumnya.

Jangan heran kalo pas pacar atau istri sah muncul dan melabrak perempuan lain yang ‘dasar kena sial’ ini, si laki-laki malah buang badan dan kabur begitu saja. Mana si perempuan lain tahunya doi masih single, makanya bengong pas dimaki-maki perempuan lain.

Ada juga yang pengecut banget dengan langsung bilang bahwa mereka tak berdaya karena terlanjur tergoda. (Idih!) Tinggal fitnah aja, bilang si perempuan lain yang ngejar-ngejar duluan. Padahal, sebenarnya dia juga yang kegatelan.

Mungkin yang dengan gampangnya nuduh perempuan lain sebagai ‘pelakor’ enggan mengakui bahwa pacar atau suami mereka sendiri yang bermasalah. Mungkin juga mereka nggak pernah ngalamin jadi pihak yang udah pernah ditipu mentah-mentah sama laki-laki hidung belang, terus masih disalahin juga karena nggak tahu? Padahal, bisa jadi mereka itu udah hati-hati banget, lho!

Semoga dua contoh di atas membantu mengenali yang mana beneran ‘pelakor’ dengan yang korban lelaki hidung belang. Sesungguhnya, tidak ada yang jauh lebih hina dan menyakitkan daripada dituduh sesama perempuan mencoba merebut kekasih mereka, – padahal laki-laki itu juga yang cari gara-gara, tebar pesona ke mana-mana…

R.

 

Categories
#catatan-harian #menulis #puisi

“Dingin…dan Kosong…”

Hai, apa kabarmu?

Sudah lama kita tidak bertemu

Kangen juga dengan senda-gurau itu

meski entah artiku bagimu

atau kau bagiku

 

Hidup ini aneh, ya?

Tak selalu ada jawaban atas segala

Yang banyak malah tanda tanya

Kadang kita keburu kehabisan kata-kata

 

Apa maumu?

Kau tahu apa mauku

Mengapa kita harus bertemu?

Entah kenapa dengan masa-masa singkat itu

Rasanya semu

 

Mengapa kau kecewa?

Kau sendiri juga tidak pernah berjanji apa-apa

Mengapa aku yang harus berkorban untuk semua yang kau pinta,

hanya agar kau puas dan bahagia?

Kita bahkan belum kenal lama

 

Aku bukan mereka

yang mudah terbuai rayuan belaka

lalu kau campakkan begitu saja

atau pencari kesenangan semata

tanpa balas menuntut apa-apa

 

Bila bagimu aku hanya pembuang waktu berhargamu,

silakan simpan semua harapan kosong itu

Kamu tahu kemana harus berlalu

dan kapan saatnya berhenti mengganggu…

 

R.

(Jakarta, 10 Desember 2015 – 9:36)

Categories
#catatan-harian #lomba #menulis

Mengapa Harus Konveksi Seragam Kerja Jakarta Surewi?

Mengapa Harus Konveksi Seragam Kerja Jakarta Surewi?

Mungkin banyak yang merasa bahwa seragam hanya cocok untuk anak sekolah. Bahkan, ada rasa lega saat akhirnya lulus dan kuliah. Kalau harus seragam, palingan hanya seputar mengenakan kemeja putih dan bawahan (celana atau rok) hitam, terutama bila Anda di jurusan tertentu. Lalu bagaimana dengan seragam kerja, seperti yang berasal dari konveksi seragam kerja Jakarta Surewi?

Seragam kerja tidak hanya sebagai bagian dari identitas perusahaan. Dengan atribut tersebut, karyawan tidak perlu repot-repot memikirkan yang akan mereka kenakan setiap hari. Selain itu, ada kebanggaan tersendiri bila seragam yang dikenakan tampak menarik, baik dari segi desain maupun warna. Bahan yang nyaman juga jadi pertimbangan.

Untuk konveksi seragam kerja, memang sebaiknya jangan pilih yang sembarangan. Apalagi, seragam tersebut akan dipakai karyawan sepanjang hari, baik saat di kantor maupun di pabrik. Bila bahannya tidak terasa nyaman, pastinya mereka merasa segan mengenakannya, meskipun termasuk peraturan dari perusahaan. Apalagi bila harus berada di pabrik atau luar ruangan dalam waktu lama dan saat cuaca panas pula.

Untuk itu, memilih konveksi seragam kerja Jakarta Surewi merupakan pilihan tepat. Selain sudah berpengalaman selama bertahun-tahun, Surewi Wardrobe juga punya banyak klien. Bayangkan, klien mereka tidak hanya ada di Indonesia, lho. Banyak yang membutuhkan seragam perusahaan, bahkan termasuk yang dari luar negeri.

Lalu, apakah bahan-bahan yang dipilih oleh Surewi Wardrobe untuk seragam kerja Anda? Tentu saja, mereka akan menyesuaikannya dengan kebutuhan, dana yang tersedia, hingga fungsi seragam tersebut. Banyak jenis kain yang mereka gunakan, mulai dari American drill, taipan, kanvas, katun, dan masih banyak lagi. Selain itu, kita juga bisa meminta warna dan desain yang sesuai dengan image dan brand perusahaan yang bersangkutan.

Bahkan, kalau ingin atau memerlukan seragam lebih dari satu jenis, kenapa tidak gunakan juga jasa konveksi seragam kerja Jakarta Surewi? Misalnya: perusahaan Anda mempunyai dua jenis seragam dengan kombinasi warna berbeda. Satu untuk di dalam ruangan dan satu lagi saat harus berkunjung ke pabrik.

Lalu, bagaimana cara mengukur badan karyawan, agar seragam kerja yang dibagikan nanti tidak akan kesempitan atau terlalu besar untuk mereka? Untuk konveksi seragam kerja Jakarta Surewi, teknik pengukuran yang digunakan ada dua (2), yaitu:

  1. Langsung mengukur badan.

Teknik ini sebenarnya paling efektif meski mungkin agak memakan waktu. Pihak Surewi Wardrobe bisa langsung datang ke kantor dan mengukur badan setiap karyawan sebelum seragam kerja dibuat. Enaknya, selain nggak perlu kerja dua kali, setiap karyawan langsung mendapatkan seragam yang benar-benar sesuai dengan ukuran badan mereka.

Kecuali, tentu saja, kalau karyawannya sendiri mengalami kenaikan atau penurunan berat badan, ya. Hihihihi…

2. Mengandalkan standar ukuran yang sudah ada.

Cara ini termasuk lebih cepat, terutama karena biasanya tebakan soal ukuran badan tetap bisa tepat. Entah mau pakai nomor (4,5,6,11,12,13, dan seterusnya) atau huruf (S,M,L,XL,XXL, dan lebih besar lagi), semua sama saja. Kadang tanpa perlu mengukur badan secara langsung, tebakan bisa tepat.

Masalahnya, kadang cara ini juga belum tentu akurat. Contohnya: bisa jadi ukuran XL di toko A sama dengan ukuran L-nya orang Asia Timur (Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.) Tahu sendiri ‘kan, kalau postur mereka rata-rata ramping? Nah, mendingan pakai cara yang pertama aja.

Jadi, sudah siap memesan konveksi seragam kerja Jakarta Surewi? Dijamin, pilihan Anda tidak akan salah.

Categories
#catatan-harian #menulis #puisi

Bagaimana Jikalau…

Kau menuntut semua perhatian dari kekasihmu tersayang

seakan dia tidak butuh

hidupnya sendiri secara utuh

 

Ini standar ganda bagi yang merasa berhak

sambil perlakukan mereka bak cadangan

pilihan yang memungkinkan…

 

…hingga kau sendiri kewalahan

sulit berbagi waktu dan perasaan

tapi hai, inilah permainan

yang membuatmu kecanduan

 

Kau singkirkan mereka yang tak sesuai tuntutan

memilah-milah bak perabotan

Padahal, rumah saja kau tak punya

 

Bagaimana jikalau kekasihmu tahu semua aibmu?

Kuharap begitu

karena kau bebal

seperti anjing yang menguber ekor sendiri hingga kesal

Kau akan selalu gagal!

 

R.

(Jakarta, 14 Juli 2018 – 13:00)

 

Categories
#catatan-harian #menulis #tips

5 Tips Agar Tidak Membuang-buang Makanan

Sekarang lagi banyak kampanye online dengan tagar semacam #jangansisakanmakanan hingga #piringbersih. Ada juga artikel yang viral mengenai sumbangan makanan sisa dari acara kawinan (serius!). Yang paling saya ingat adalah postingan di media sosial soal orang Indonesia yang kena semprot warga Jerman pas ketahuan nggak ngabisin pesanan mereka di restoran sana.

Komentar saya?

“DARI DULU, KEK! MASA NUNGGU MALU DI MATA INTERNASIONAL DULU?!”

*krik krik*

*tarik napas sebentar*

Oke, andai dulu saya cukup tegas dan berani untuk mulai kampanye begini duluan, siap-siap aja dicaci sesama sebagai sok alim dan diketawain, terus dibecandain: “Emang elo mo ngabisin semua makanan sisa? Nggak kurang gendut apa?”

Ada juga yang nyinyirnya defensif banget dan 11-12 sama mereka yang dengan enaknya nyampah atau bikin meja kafe atau resto berantakan, lalu main tinggal begitu aja:

“Kita ‘kan, udah bayar mereka.” (Baca: ‘mereka’ yang dimaksud di sini adalah pelayan restoran dan tim oranye alias petugas kebersihan di jalanan – meski yang ini lewat uang pajak rakyat, semoga. Kalo soal makanan gratis di kawinan, paling alasannya lebih konyol lagi: “Mumpung bisa makan banyak gratis.”)

Mungkin banyak yang sebal – dan bahkan muak – dengan perilaku ‘sok kaya’ dan “mentang-mentang ada uang” orang-orang model begini. Nah, meskipun mungkin juga udah banyak yang pada tahu, saya ingetin lagi deh, lewat lima (5) tips ini agar tidak membuang-buang makanan:

1.Dari rumah: Masak dan Belanja Seperlunya

Gambar: https://unsplash.com/photos/Mx5kwvzeGC0

Ayo, kita bisa belajar untuk tidak membuang-buang makanan mulai dari rumah. Silakan hitung jumlah orang yang tinggal bersama Anda plus kebiasaan makan mereka, termasuk porsi dan jenis menu favorit. Ini bisa mencegah adanya makanan sisa karena kekenyangan atau rasa tidak suka.

Bila ada sisa makanan di kulkas dan Anda ingin memanaskannya, sesuaikan dengan porsi makan Anda. Jangan langsung panaskan semuanya, lalu begitu kekenyangan, sisa makanan yang sudah dipanaskan ulang Anda kembalikan ke kulkas. Yang pasti, kualitas makanan tersebut sudah masuk kategori ‘diragukan’.

2. Jangan kalap saat melihat banyak makanan enak di kondangan.

Gambar: https://image.freepik.com/free-photo/celebration-party-gourmet-table-buffet_1203-4935.jpg

Nah, ini dia salah satu kebiasaan yang wajib dikurangin. Meskipun datang dalam kondisi lapar atau banyak yang disuka, jangan lantas jadi norak, ah. Apalagi bila yang menikah juga keluarga sendiri atau sahabat dekat.

Daripada malu-maluin, mending ambil dulu dikit-dikit. Kalo masih laper atau mau coba menu lain, ya ngantri lagi. Inget, bukan Anda saja yang diundang ke kawinan itu. Kasihan tamu-tamu lain yang mungkin datang telat karena halangan di jalan, lalu nggak kebagian makanan gara-gara Anda justru tega membuang-buang jatah mereka.

3. Jangan ngelunjak juga saat ditraktir makan.

Meski pacar/teman/saudara/anggota keluarga lain/bos dengan suka rela mentraktir (di tempat mahal pula!) Anda, tahu dirilah sedikit. Jangan terlalu artikan secara harafiah saat mereka bilang Anda boleh pesan apa pun yang Anda suka. Ingat ya, “apa pun” itu beda dengan “sebanyak apa pun”.

Malu-maluin banget kalo semua menu pesanan udah di atas meja, namun Anda hanya sanggup menghabiskan sebagian. Wuih, padahal tadi pas mesen semangat banget. Lima deret menu ampe disebut. Ketahuan banget aji mumpungnya kalo gitu.

4. Bila porsi makanan emang kegedean, berbagilah sama teman atau minta dibungkus, terus dibawa pulang.

Gambar: https://unsplash.com/photos/inDRPMBfX8M

Niatnya emang hanya pesan seporsi. Apa daya, seporsi pun gedenya amit-amit (apalagi kalo makan di resto internasional atau malah di luar negeri). Daripada kelihatan konyol, mending lihat-lihat dan tanya-tanya dulu ukurannya di menu. Jangan sampai Anda jadi merasa kepaksa sendiri ngabisin semuanya sekaligus sekali duduk.

Kalo lagi pergi sama teman atau rombongan masih enak. Masih ada yang bisa diajak berbagi makanan. Kalo enggak, kita tinggal minta pelayan agar membungkus sisa makanan yang kemudian bisa kita langsung bawa pulang. Gampang, ‘kan?

5. Sering-seringlah memberi makanan kepada mereka yang kelaparan namun tidak punya akses semudah Anda ke sumber makanan.

Gambar: http://www.utusan.com.my/polopoly_fs/1.338532.1465009968!/image/image.jpg_gen/derivatives/landscape_1000/image.jpg

“Orang masih banyak yang kelaparan, kamu malah buang-buang makanan.”

Nasihat ini mungkin terdengar klise. Tapi coba bayangin deh, kalo situasinya dibalik: Anda yang kelaparan dan nggak punya uang buat beli makanan. Lalu, orang lain dengan enaknya membuang sisa makanan pas di depan mata Anda. Hayo, kira-kira gimana reaksi Anda?

Mending itu makanan sisa dikasih ke Anda yang lagi kelaparan. Iya, nggak?

Nah, gimana kalo Anda nggak yakin makanan sisa yang dibungkus dari resto itu bakal kemakan dan nggak hanya ngendon di kulkas kelamaan? Daripada buntutnya kedaluarsa dan dibuang juga, mending segera kasih ke anak jalanan.

 

Berusaha agar tidak membuang-buang makanan ternyata nggak susah, kok. Cukup ikuti lima (5) tips di atas. Bahkan, kalo mau nambah tips lagi yang lebih oke juga boleh banget!

 

R.

Categories
#catatan-harian #menulis #puisi

Mau Sampai Kapan?

Mau sampai kapan?

Kita kerap mempersulit yang (harusnya) mudah

namun hobi menggampangkan masalah

pura-pura tidak ada yang salah

meski tanpa sadar, kita makin terpuruk dalam kalah

 

Mau sampai kapan?

Kita senang melempar gunjingan

ibarat mainan

namun racun penyebab permusuhan

Ah, selalu ada cara untuk menang dalam persaingan

 

Mau sampai kapan?

Kita ribut mencari kambing hitam

saling membuat sesama naik pitam

hingga amarah sulit padam

hati dan jiwa remuk-redam

tertumbuk lisan nan kejam

 

Mau sampai kapan?

Kita mencampuri urusan remeh orang lain tanpa henti

Halo, apa kabar diri sendiri?

Tiada yang suci

meski kerap kita merengek lebih cengeng dari bayi

 

Mau sampai kapan?

Lihat mereka

Di luar sana, banyak yang berusaha

mencari solusi tanpa banyak bicara

Tak perlu bukti, hanya tindakan nyata

bahkan tak perlu pengakuan dari siapa-siapa

 

Mau sampai kapan?

Waktu dan tenaga terbuang percuma

dengan mencaci-maki di media sosial

seakan tak takut hati akan kebal

atau otak yang bertambah bebal…

 

R.

 

(Jakarta, 18 Desember 2014)

 

Categories
#catatan-harian #menulis #tips

5 Sumber Ide Menulis Andalan

Banyak teman dan kenalan yang bertanya mengenai cara saya bisa menulis begitu banyak. (Haduh, padahal belum sempet nerbitin buku lagi, nih!) Dari mana semua idenya? Kenapa saya memilih topik tersebut? Apakah saya punya ritual khusus atau harus berada dalam kondisi tertentu? Hmm, kayaknya harus dijawab satu-satu ini.

Daftar ini bisa bertambah panjang. Banyak alasan untuk menulis topik tertentu. Ritual khusus? Hmm, kayaknya enggak ada, tuh. Untuk lebih jelasnya, inilah lima (5) sumber ide menulis andalan sejauh ini:

1.Memperhatikan keadaan sekitar.

Apa iya hidup saya selalu seru? Nggak juga. Kadang biasa aja. Kalo terlalu seru, salah-salah saya malah nggak sempet nulis apa-apa dan dalam waktu lama.

Kadang banyak hal menarik di sekitar yang justru sering kita acuhkan. Misalnya: salah seorang editor saya paling suka mendokumentasikan kebiasaan dua kucing peliharaannya yang aneh-aneh. Saya hobi nguping obrolan orang-orang nggak dikenal yang kebetulan semeja makan saat di warung.

2.Membaca dan menonton film.

Gambar: https://unsplash.com/photos/2aKwWD-VuU8 (by.Luo Ping)

Kayaknya udah keniscayaan kalo mau nulis banyak harus banyak baca (dan nonton film). Intinya, belajar juga dari karya orang lain (bukannya nyontek lho, ya. Beda banget.) Bahkan, ada seorang teman yang pernah menyarankan saya untuk menambah variasi bacaan dan tontonan. Jadi, jangan hanya mau dengan yang saya suka dan sudah terbiasa.

3.Mimpi dan khayalan.

Gambar: julian-santa-ana-111265-unsplash

Jangan pernah menganggap diri terlalu tua untuk kedua hal ini kalo mau bisa sering menulis. Memang, tetap menjejak realita itu penting. Namun, jangan sampai kreatifitas kita jadi kering, gara-gara kita ‘membunuh’-nya dengan anggapan kita terlalu tua untuk bermimpi, berkhayal, dan menganalisa keduanya. Justru, dari situlah ide-ide segar dan kadang gila tercipta.

Makanya, saya juga punya jurnal mimpi atau dream journal. Sebisa mungkin, setiap mimpi yang saya ingat begitu bangun langsung saya catat. Siapa tahu bisa jadi ide cerita seru.

4.Ikut tantangan menulis.

Gambar: https://unsplash.com/photos/RdmLSJR-tq8 (by.Thought Catalog)

Ada yang butuh dorongan untuk menulis, terutama bila sedang bingung atau mengalami writers’ block. Solusinya bisa dengan banyak ikutan tantangan menulis. Nggak hanya lomba berhadiah dan pekerjaan sampingan (sebagai penulis konten), saya juga mendapatkannya dari klub menulis dan komunitas puisi yang saya ikuti.

5.Postingan media sosial.

Suka pusing baca status curhatan atau meme aneh-aneh yang diposting orang lain? Eneg baca twitwar atau sindiran #nomention? Geli ama curhatan yang kayaknya…ah, kok lebih cocok jadi konsumsi pribadi, apalagi seputar urusan ranjang? Percaya deh, bukan hanya kita yang merasakannya. Bahkan, sadar nggak sadar, kita juga suka melakukan hal serupa.

Jadi, hati-hati ya, sebelum main tuding ke wajah sesama.

Selain dengan harapan bisa sekalian numpang viral, kadang ini juga cara saya memberi komentar dengan lebih hati-hati. Daripada cenderung reaktif dan langsung menjawab di kolom komentar (apalagi bila yang ngajak debat sebenernya hanya mau cari menang), mending saya kasih tulisan panjang sekalian.

Nah, ini baru lima (5), lho. Kalo kamu sumber ide nulisnya dari mana aja?

R.

Categories
#catatan-harian #menulis #puisi

Bah!

Aku lelah!

Semakin hari semakin resah

Terlalu banyak sampah

menggunung, tak tertampung, tak terbendung

menyesakkan dada

bau busuk tiada tara

 

Sumpah!

Aku mau muntah

Dimana-mana makin banyak sampah

Bantar Gebang tak lagi cukup, tak dapat menutup

Tak hanya benda dan sisa-sisa

namun yang keluar dari hati dan otak manusia

 

Ah, semakin banyak yang membuang sampah

Janji-janji palsu, omong-kosong para bedebah

Semua tak mau kalah

Jiwa-jiwa yang terbakar amarah

terus menyampah

tak kenal lelah

mulai dari menyampah dengan sumpah

hingga menyampah dengan sumpah-serapah

tanpa henti bagai air bah

BAH!

 

R.

(Jakarta, 30 September 2014)

 

Categories
#catatan-harian #lomba #menulis

Banyak Pilihan Kursus Online di Baba Studio, Lho!

Zaman digital telah mempermudah kita untuk melakukan banyak hal. Tidak sempat baca koran, banyak media online yang menawarkan konten berita. Berkabar dengan keluarga jauh bisa lewat media sosial. Ingin belajar hal baru namun sulit waktu, tinggal mengikuti kursus online.

Apa saja sih, yang tersedia lewat kursus online? Dikenal juga dengan e-learning atau online course dalam Bahasa Inggris, di sini kita bisa belajar sesuatu tanpa harus datang ke kelas. Cukup andalkan perangkat gawai seperti ponsel atau laptop dengan koneksi internet yang cepat, belajar online pun lancar seketika.

Apa saja yang bisa kita dapatkan lewat belajar online? Wah, banyak sekali, tergantung yang ditawarkan platform tersebut. Untuk fitur-fiturnya juga beragam. Ada yang awalnya bisa hanya berupa akses membaca e-book dengan gratis, kemudian berkembang menjadi unduhan file video hingga webinar.

Semula mungkin ada kekhawatiran bahwa kursus online akan terasa membosankan dan hanya satu arah. Misalnya: mengunduh materi pelajaran berupa e-book atau menonton video webinar. Padahal, yang namanya belajar online lebih dari sekadar itu. Masih ada fitur chat, sehingga kita bisa langsung berinteraksi dengan pengajar.

Dengan aplikasi dan tools yang sesuai, belajar online dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Bahkan, meskipun sedang belajar di rumah atau kantor, ada alat yang dapat membuat kita serasa berada di dalam kelas betulan. Yang pasti, jangan lupa pakai mikrofon dan pelantang (headphone) agar bisa lebih berkonsentrasi.

Kursus online juga memiliki sistem seperti layaknya kursus biasa atau offline, yang disebut juga dengan LMS. LMS adalah singkatan dari Learning Management System atau Sistem Manajemen Pengajaran. Tidak hanya belajar online seperti di kelas biasa, lho. Banyak hal lain yang dapat kita lakukan.

Kita juga bisa membaca konten, mengikuti tes, hingga mendapatkan sertifikat. Bagi pekerja kantoran yang super sibuk, jadwal kursus online bisa disesuaikan dengan waktu luang mereka. Jadi, meskipun kegiatan sedang banyak sekali, kita masih bisa mendapatkan ilmu (knowledge) serta keahlian (skills).

Ada lagi keuntungan dari belajar online. Selain tidak perlu berurusan dengan macet di jalan (karena harus datang ke kelas), biayanya cenderung lebih terjangkau. Bahkan, bila kita pengusaha yang ingin memberi pelatihan pada karyawan, kursus online dapat menghemat tempat dan mudah dalam soal pengaturan waktu.

Jadi, enaknya belajar online di mana, ya?

Banyaknya pilihan berarti banyak referensi. Salah satu yang cocok jadi pertimbangan bagi yang ingin kursus online adalah mendaftar di Baba Studio. Banyak sekali paket kursus yang ditawarkan oleh Baba Studio, sehingga pengalaman dalam belajar online dapat lebih bervariasi. Apa sajakah?

  1. Kursus Animasi Online.

Suka dengan film animasi dan ingin membuat film sendiri? Baba Studio punya kelas ini. Dengan bermodalkan stok cerita buatanmu sendiri, kursus online ini dapat mewujudkan impianmu menjadi filmmaker berikutnya. Indonesia butuh banget film-film animasi yang berkualitas.

  1. Kursus Website Online.

Ingin perusahaan punya website resmi sendiri, tapi bingung karena merasa belum ahli? Baba Studio menawarkan kelas ini untuk yang ingin belajar online. Setelah selesai, semoga website perusahaan segera jadi dan dapat meningkatkan promosi serta penghasilan.

  1. Kursus Bisnis Online.

Sekarang berbisnis pun bisa dari mana saja dan dengan siapa saja berkat era digital. Untuk itu, kursus online ini dapat membantumu lebih lancar mengatur jalannya bisnis, meskipun dalam kondisi remote hingga bertransaksi lintas benua. Seru banget, bukan? Sekarang bukan saatnya hanya mengandalkan rupiah.

  1. Kursus Web Design Online.

Sekarang nggak hanya desainer biasa yang banyak dicari. Baik secara freelance, paruh-waktu, atau fulltime, profesi web designer banyak diminati. Apalagi, sekarang sudah banyak sekali perusahaan startup berbasis digital. Dijamin pasti banyak yang membutuhkan keahlian ini.

  1. Kursus Toko Online.

Ingin berjualan secara online, tapi masih bingung mulai dari mana? Meskipun bisa memanfaatkan media sosial atau blog pribadi (terutama yang berdomain khusus), pastinya lama-lama ingin juga dong ya, punya toko online yang resmi? Baba Studio menawarkan belajar online ini untuk para calon pengusaha berbasis digital.

Baba Studio sebenarnya juga masih punya banyak paket kursus online lainnya, seperti: kursus flash animasi online, kursus SEO online, kursus game online, dan masih banyak lagi. Tinggal pilih yang sesuai dengan kebutuhan dan nikmati proses belajarmu secara digital bersama Baba Studio.

Yuk, belajar online sekarang.

R.